105 PMI Ilegal Dipulangkan KJRI ke Tanah Air, Didominasi Asal Sulsel

benuanta.co.id, NUNUKAN – Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal kembali dipulangkan ke Tanah Air oleh Pemerintah Malaysia melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sabah.

Pelaksana Fungsi Konsuler IV Sekretaris Pertama KJRI Kota Kinabalu, Sabah Renny Meirina menyampaikan, ratusan PMI yang dideportasi tersebut berasal dari dua Depot Tahanan Imigresen (DTI) Sabah.

“Untuk hari ini total ada 105 WNI, ini dari DTI Sandakan dan DTI Papar,” kata Renny Meirina kepada benuanta.co.id, Kamis (19/1/2023).

Yang mana, terdiri dari 66 orang dari DTI Sandakan dan 39 orang DTI Papar. Ia menyampaikan, jika seluruh PMI tersebut merupakan mantan narapidana yang telah menjalani masa tahanan di Sabah.

Baca Juga :  16.200 PTSL Tahun 2022 Telah Diterbitkan ART-BPN Nunukan

Sementara itu, PMI tersebut berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia itu di antaranya, Sulawesi Selatan sebanyak 56 orang yang terdiri dari 50 laki-laki dewasa, lima perempuan dewasa dan 1 anak laki-laki.

Dari Sulawesi Barat sebanyak 3 orang laki-laki dewasa, Sulawesi Tenggara 9 orang laki-laki dewasa dan 1 perempuan dewasa.

Kalimantan Utara 7 orang laki-laki dewasa dan 5 orang perempuan dewasa serta dua anak laki-laki, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 20 orang laki-laki dewasa dan satu orang perempuan dewasa, terakhir Riau sebanyak satu orang laki-laki dewasa.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1444 Hijriah pada 23 Maret

“Didominasi dari daerah asal Sulawesi Selatan kemudian NTT,” ucapnya.

Dijelaskannya, sebelum dipulangkan ratusan PMI tersebut dilakukan pengurusan dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

“Hari ini kita pulangkan mereka ke Indonesia melalui Tawau lalu ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,” ucapnya.

Renny menerangkan, sebelum memulangkan ratusan PMI tersebut, pihaknya telah bersurat ke Pemerintah Kabupaten Nunukan serta Badan Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Menteri PAN-RB: Seleksi CASN 2023 Dibuka Untuk Umum

“Setibanya mereka di Nunukan, di sambut oleh BP3MI untuk nantinya dilakukan pemulangan ke daerah asal mereka,” jelasnya.

Martin (25) salah seorang PMI asal Nusa Tenggara Timur mengakui masuk ke Sabah, Malaysia ikut keluarganya untuk bekerja di ladang sawit. Namun, hanya beberapa bulan bekerja di Sabah ia harus berurusan dengan aparat Malaysia karena tidak memiliki dokumen keimigrasian selama berada di Sabah.

“Kemarin ditangkap pas ada razia. Beberapa bulan di tahan baru dipulangkan,” singkat Martin.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *