1.000 Bibit Mangrove Ditanam di Kawasan Wisata Binusan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, hadir di Kawasan Wisata Binusan dalam rangka aksi tanam 1000 pohon mangrove yang dilaksanakan oleh PT. Petrosea TBK dan PT. Bhumi Karya Lestari, pada Rabu 18 Januari 2023.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, mangrove adalah suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap salinitas.

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat secara fisik, ekologis dan ekonomis. Secara fisik manfaat mangrove antara lain, sebagai perlindungan terhadap sedimentasi, abrasi dan instrunsi air laut, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta untuk menurunkan emisi karbon. Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup, perlindungan dan sumber pakan bagi biota laut dan spesies yang ada di sekitarnya. Sedangkan secara ekonomis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat rekreasi wisata, sumber bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan penangkap ikan, udang, kepiting dan lainnya.

Baca Juga :  Pemda Nunukan Teken MoU Pemenuhan Kebutuhan SDM Bidang Transportasi Darat dengan STTD

Dunia saat ini sedang dihadapkan pada ancaman perubahan iklim yang sangat nyata. cuaca yang terlalu panas, kekeringan yang panjang, curah hujan yang sangat tinggi, atau musim dingin yang terlalu ekstrem menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan sama sekali.

Perubahan iklim kerap kali menimbulkan bencana alam yang besar dan memakan korban jiwa dan harta benda, seperti banjir bandang, terganggunya rantai pasokan bahan pangan, dan lain sebagainya. “kita lihat di siaran TV atau media sosial, hampir semua kota – kota besar di Indonesia sekarang ini rawan terkena banjir akibat rusaknya ekosistem dan lingkungan hidup di wilayahnya,” kata Serfianus.

Baca Juga :  Angka Stunting di Nunukan Turun 16,8 Persen Lebih Rendah dari Target

Beberapa waktu lalu, masyarakat di kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan juga menghadapi kesulitan air bersih karena pasokan air baku di PDAM berkurang secara drastis. Tidak ada yang bisa di lakukan untuk mencegah terjadinya pemanasan global, kecuali dengan cara meminimalisir faktor – faktor penyebabnya, yaitu mengurangi penggunaan energi fosil, seperti minyak dan gas bumi, serta menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di sekitar kita masing-masing.

“Kalau itu kita bisa lakukan secara masif oleh seluruh masyarakat maka sedikit demi sedikit, ancaman perubahan iklim bisa kita cegah,” jelasnya.

Penanaman pohon termasuk salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Lingkungan yang hijau, segar, dengan pohon-pohon yang terjaga dengan baik memungkinkan penyerapan karbon dioksida berjalan secara baik. Pohon – pohon itu bisa lebih menjamin tersedianya pasokan air, serta menjadi paru-paru dunia yang bisa mengurangi efek rumah kaca, sebagai salah satu faktor penyebab perubahan iklim.

Baca Juga :  Bupati Laura Ingatkan Dalam Penyusunan RKPD Harus Kerja Sama Lintas Sektor

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Nunukan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT. Petrosea Tbk. dan PT. Karya Bhumi Lestari yang telah menyisihkan sebagian dana CSR-nya untuk melaksanakan aksi tanam 1000 pohon mangrove di kKawasan Wisata Binusan,” terangnya.

Kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lain, sehingga nantinya gerakan menanam pohon ini akan menjadi gerakan bersama dalam menyelamatkan lingkungan hidup kita. Dia juga mengharapkan, gerakan menanam pohon ini bisa dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, serta didasari oleh kepedulian untuk menyelamatkan kelestarian alam di Pulau Nunukan.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *