Kenaikan Penduduk Miskin di Kaltara Mencapai 1.100 Jiwa

benuanta.co.id, BULUNGAN – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tercatat berada di urutan 13. Hal itu sesuai rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, jika perkembangan tingkat kemiskinan di Provinsi Kaltara untuk bulan Maret menuju bulan September 2022 ada kenaikan.

Hal ini diungkapkan Statistisi Ahli Madya BPS Kaltara, Basran mengatakan di bulan Maret 2022, jumlah penduduk miskin Kaltara mencapai angka 49.460 jiwa, kemudian berjalannya waktu jumlahnya di bulan September 2022 mengalami kenaikan sebesar 50.580 jiwa.

“Dengan kondisi itu, maka jumlah penduduk miskin Kaltara bertambah sebesar 1.100 atau meningkat 0,09 persen poin,” ucap Basran kepada benuanta.co.id, Senin 16 Januari 2023.

Dia mengatakan kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur menurut garis kemiskinan (GK).

Baca Juga :  PDAM Danum Benuanta Tahun Ini Tambah 1.000 Jaringan Pipa Air Bersih

“Penduduk miskin sendiri adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” bebernya.

Untuk presentasenya, penduduk miskin di bulan Maret 2022 sebesar 6,77 persen dan di bulan September 2022 sebesar 6,86 persen. Jumlah penduduk miskin daerah perkotaan mengalami penurunan baik secara absolut maupun persentase, sedangkan penduduk miskin daerah pedesaan mengalami kenaikan secara absolut maupun persentase.

Selama periode Maret-September 2022, penduduk miskin di daerah perkotaan menurun sebanyak 200 jiwa dari 26.550 orang pada Maret 2022 menjadi 26.380 orang pada September 2022 atau secara persentase turun sebesar 0,08 persen dari 5,66 persen menjadi 5,58 persen.

Baca Juga :  Dengarkan Keluhan Warga Soal BLT hingga PKH, Mensos Risma Perintahkan Staf Ahli Tinggal di Desa Karang Agung

“Penduduk Miskin di daerah perdesaan mengalami kenaikan sebanyak 1.300 jiwa dari 22.910 ribu orang pada Maret 2022 menjadi 24.200 orang pada September 2022 atau secara persentase naik 0,40 persen dari 8,75 persen menjadi 9,15 persen,” sebutnya.

Basran memaparkan besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh GK. Selama Maret-September 2022, GK naik sebesar 3,84 persen, yaitu dari Rp 772.914 per kapita per bulan pada Maret 2022 menjadi Rp 802.566 per kapita per bulan pada September 2022.

Komoditi makanan yang mempunyai andil terbesar dalam membentuk GK makanan di Kaltara pada September 2022 antara daerah perkotaan dan perdesaan, yakni 5 komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan makanan (GKM) di perkotaan adalah beras, rokok kretek, bandeng, daging ayam ras dan telur ayam ras.

Baca Juga :  Kemenhub Operasikan 177 Trayek Angkutan Laut pada 2023

Sementara lima komoditas terbesar penyumbang GKM di perdesaan adalah beras, rokok kretek bandeng, telur ayam ras dan gula pasir.

“Jadi, penyumbang terbesar di seluruh wilayah adalah komoditi beras dengan kontribusi sebesar 23,04 persen di perkotaan dan 24,16 persen di pedesaan,” tuturnya.

Sedangkan 5 komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan non makanan (GKNM) di perkotaan yaitu perumahan, listrik, bensin, pendidikan dan perlengkapan mandi. Sementara penyumbang GKNM di perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

“Komoditas perumahan merupakan yang paling besar kontribusinya terhadap GKNM baik di perkotaan maupun di perdesaan, yakni sebesar 41,16 persen di perkotaan dan 43,84 persen di perdesaan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *