Water Spot Terjadi Lagi, Kenali Ciri – Ciri Pembentukannya

benuanta.co.id, TARAKAN – Fenomena water spot atau yang lebih dikenal dengan angin puting beliung kembali terjadi di perairan Kaltara. Tepatnya di perairan depan Pantai Amal sekitar pukul 10 pagi pada Ahad, 15 Januari 2023.

Perlu diketahui, water spot merupakan fenomena pusaran angin yang terjadi di atas perairan. Sebelumnya, water spot pernah menghampiri wilayah perairan Tarakan pada Juli 2022 lalu. Kejadian water spot yang terjadi beberapa waktu lalu disinyalir tak jauh berbeda dengan lokasi perairan saat ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan menjelaskan pihaknya sempat memantau wilayah dengan penampakan angin yang membentuk pusaran itu. Terpantau pada pukul 10.10 WITA, awan cumulonimbus mulai terbentuk yang memicu terjadinya water spot ini.

Baca Juga :  BNN Tarakan Terus Lakukan Peningkatan Rehabilitasi 

“Jam 10.30 kalau tidak salah itu mulai terjadi water spot di perairan Timur Tarakan Pantai Amal,” terang Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna saat dihubungi benuanta.co.id, Ahad (15/1/2023).

Keberlangsungan angin berbentuk pusaran itu diketahui sudah terurai sejak pukul 10.40. Saat inipun awan pembentuk dari water spot ini terlihat sudah pecah. Diungkapkannya proses pembentukan dari pusaran angin ini dapat dikatakan cepat. Kisaran waktunya dapat berlangsung minimal 10 menit atau kurang dan maksimal 20 hingga 30 menit.

Bagus melanjutkan, masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan dapat dipastikan aman selama tak mendekati pusaran angin tersebut.

Baca Juga :  Warga Pamusian Ngadu ke Kapolres soal Kenakalan Remaja

“Jadi water spot ini kan titik kejadiannya tidak terlalu luas. Selama kita tidak mendekat maka tidak terjadi apa-apa juga,” lanjutnya.

Water spot sendiri dapat mempengaruhi tinggi gelombang, hal ini tentu kembali pada kekuatan tekanan angin yang dihasilkan dari water spot itu. Apabila angin hanya terpusat di titik kejadian, maka perubahan gelombang tidak berlangsung lama dan hanya terjadi di titik itu saja.

Sebagai informasi, khususnya kepada masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di perairan seperti nelayan diharapkan dapat mengetahui ciri-ciri akan terbentuknya water spot.

Baca Juga :  Kasasi JPU Dikabulkan MA, Arief Hidayat Bakal Kembali Masuk Lapas Tarakan

Di antaranya yang pertama memperhatikan kondisi langit, jika mulai terlihat gulungan awal menghitam dan menggulung seperti bunga kol, diharapkan masyarakat waspada dan menunda aktivitas di perairan. Kedua, jika melihat bentuk seperti corong atau belalai yang turun dari awan menuju pusat perairan maka sudah dipastikan water spot akan terjadi.

“Biasanya tidak jauh dari belalai itu nanti akan muncul semburan air dari permukaan laut. Kalau sudah ada awan gelap, kemudian belalai dan semburan air itu sudah dipastikan di wilayah tersebut akan terjadi water spot,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *