150 Pelajar Ikut STQ, Wadah Pengembangan Kompetensi Dasar Agama

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 150 peserta ikut Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) interkoneksi tingkat Kecamatan, pelajar yang diikutsertakan sebanyak 30 sekolah yang ada di Nunukan, Sabtu, 14 Juni 2023.

Ketua Panitia Pelaksana STQ Kecamatan Nunukan, Eko Nani Fitriono mengatakan, setelah ini ada pembinaan bagi yang juara dalam waktu jangka panjang, acara ini berlangsung selama dia hari mulai hari ini dan besok. Rencananya peserta dari STQ yang juara nantinya akan mewakili per kelurahan dimana tempat mereka tinggal untuk bertanding di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan yang akan berlangsung pada bulan Februari 2023 mendatang.

STQ tingkat pelajar ini dengan tujuan langsung kearah sekolah agar lebih tepat sasaran, dari pada buat STQ namun pesertanya tidak maksimal. “Makanya kita kasih naman STQ pelajar semoga sekolah memiliki kepedulian bahwa ini adalah wadahnya,” kata Eko, kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Babak Baru Perkara Tipikor Septic Tank, 6 Tersangka Segera Duduk di Kursi Pesakitan 

Sedangkan lomba yang digelar dalam pertandingan ini ada 8 jenis lomba, yang pertama itu Tartil Al – Qur’an, karya tulis ilmiah Al Qur’an, Fahmil, Tilawah, Hapalan Al-Qur’an dan lainnya.

Lanjut Eko, untuk karya tulis untuk menjadi sasaran adalah bagi pelajar perguruan tinggi, apalagi mereka itukah sudah terbiasa menulis, peminatnya sekitar 5 orang. Yang lebih banyak peminat yang mendaftar itu di Fahmil Al Qur’an.

Baca Juga :  DPMD Nunukan akan Sosialisasikan Pelaksanaan Pilkades Serentak

Camat Nunukan, Hasan Basri menyampaikan, lomba STQ merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional dan juga sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi dasar agama (religious), kreatif (creativity), berfikir kritis (critical thinking), berkomunikasi dengan baik (communication), dan mampu berkerjasama dengan yang lain serta dalam rangka mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat peserta.

Pihaknya mengadakan pembinaan untuk generasi Qurani, bukan hanya saat MTQ saja baru dilakukan pembinaan. Jadi proses pembinaan itu harus berlangsung terus yang akan digawangi oleh Lembaga Perkembangan Qur’an (LPTQ) Kecamatan Nunukan.

“Target kita memang pelajar, mulai dari tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), gunanya untuk menambah minat pelajar dalam belajar Al-Qur’an,” jelasnya.

Baca Juga :  Sertifikat Halal Penunjang UMKM di Nunukan

Lanjut dia, Alquran bukan hanya sebatas dibaca, tapi disitu ada kaligrafi, tafsir dan sebagainya. Dukungan dari pemerintah Kecamatan menggunakan perangkat hingga ditingkat RT, Lurah dan Desa untuk memobilisir sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya. “Peserta kami target dari pelajar,” ujarnya.

Hasan mengatakan, jangan sampai melupakan agama, dan kitab suci Al-Qur’an, karena tidak lekang oleh zaman. Walaupun saat ini sudah kemajuan teknologi informasi, tapi Al-Qur’an bisa digunakan setiap waktu dan sebagai petunjuk.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *