Tarakan Duduki Status ‘Tanggap’ bagi Kota Tanggap Ancaman Narkoba

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan berhasil meringkus keseluruhan tersangka kasus penyalahgunaan narkotika selama tahun 2022 sebanyak 6 orang. Total berat bruto di tahun 2022 tercatat 39,66 gram narkotika jenis sabu. Akumulasi kasus ini disinyalir mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2021 dari sisi tersangka dan juga barang bukti.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Seksi Pemberantasan BNNK Tarakan, rata – rata usia tersangka berada pada usia produktif yakni 20 hingga 40 tahun. Sedangkan untuk latar belakang pendidikan sendiri, keseluruhan tersangka hanya menyelesaikan pendidikan pada jenjang sekolah dasar dan menengah pertama.

“Kalau dari segi pekerjaan kebanyakan memang tidak bekerja. Kalaupun bekerja ada tapi pekerjaannya yang tidak menentu,” ujar Kepala BNNK Tarakan, Agus Sutanto melalui Kasi Pemberantasan BNNK Tarakan, Aipda Agus Sandi.

Baca Juga :  100 Pelajar SMA Hang Tuah Kunjungi KRI Sidat, Ngaku Senang Lihat Kapal Perang

BNNK Tarakan juga melakukan analisis dan evaluasi terhadap pemetaan lokasi rawan peredaran barang haram ini. Sejauh mapping yang pihaknya lakukan, lokasi pesisir masih mendominasi dalam hal peredaran narkotika. Seperti di wilayah Pantai Amal, Juata Laut, Selumit Pantai, Jembatan Besi dan Karang Anyar Pantai.

“Tapi di tahun 2022 maupun tahun belakangnya memang Selumit Pantai masih menjadi lokasi yang paling rawan peredaran narkotikanya,” ucapnya.

Pihaknya menyadari sedikitnya pengungkapan dari kasus narkotika ini karena seluruh stakeholder lainnya juga terdapat di Tarakan, seperti BNN Provinsi Kaltara dan juga Satreskoba Polres Tarakan. Tak hanya stakeholder yang bertugas sebagai penegak hukum peredaran narkotika terdapat pula unsur lainnya yang turut membantu peran BNN dalam pemberantasan narkotika.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan, Satlantas Polres Tarakan Surati Sekolah Terkait Larangan Pengendara di Bawah Umur

Agus melanjutkan, wilayah Tarakan hingga saat ini masih menjadi wilayah strategis untuk transit. Sehingga barang-barang haram ini masih kerap kali diungkap peredarannya.

“BNNP Kaltara, Direktorat Narkoba Polda Kaltara juga sering melakukan pengungkapan dengan kasus-kasus yang besar. Kita berharap ke depan juga barang bukti yang kita ungkap dapat meningkat juga meminta masyarakat jika ada informasi peredaran bisa diberikan ke kita juga,” lanjutnya.

Sepanjang tahun 2022 lalu, BNNK Tarakan juga telah menyelesaikan dan membentuk sebanyak 3 Desa Bersinar di antaranya Kelurahan Juata Laut, Kelurahan Pantai Amal dan Kelurahan Mamburungan. Dalam pembentukannya juga terdapat kader – kader yang diedukasi terkait bahaya peredaran gelap narkoba.

“Pembentukan Desa Bersinar ini bukan berarti bersih dari narkotika. Artinya unsur perangkat daerahnya dan juga masyarakat semuanya turut menjaga wilayahnya dari peredaran narkotika ini, dan Alhamdulillah komponen masyarakatnya juga sudah berperan aktif,” tambah Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Muhammad Ali.

Baca Juga :  Kenalan Melalui Mi Chat, Pengepul Rumput Laut Malah Tiduri Anak di Bawah Umur

Tak hanya pembentukan Desa Bersinar, penyuluhan aktif pihaknya gencarkan di tahun 2022 sebanyak 120 kali. Terdapat pula program Kota Tanggap Ancaman Narkoba di tahun 2022 lalu. Dari program tersebut Tarakan berhasil menyabet status ‘Tanggap’ dari status sebelumnya ‘Cukup Tanggap’.

“Kami ucapkan terimakasih kepada unsur pemerintah Tarakan dan juga masyarakat tentunya, mari sama-sama kita terus berupaya agar mampu memperoleh status ‘Sangat Tanggap’. Survey ini pun dilakukan secara random dengan transparansi juga tentunya,” tutupnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *