Penrem Benarkan Kejadian Anggota TNI Meninggal Dunia di Dalam Lubang Tambang

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dua orang tertimbun di lokasi tambang emas Mewet PT Intraca Desa Tenggiling Kecamatan Sekatak, ditemukan meninggal dunia. Kejadian nahas ini terjadi pada Senin, 9 Januari 2023 sekitar pukul 16.30 Wita.

Korban yang tertimbun merupakan anggota Denpom VI/3 Bulungan bernama Pratu K dan seorang warga bernama RA.

Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Ari Estefanus melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem), Mayor Inf Andi Nasharuddin pun membenarkan jika telah terjadi insiden tanah longsor yang menimpa salah satu anggota TNI AD dan meninggal dunia.

“Betul ada kejadian,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Kamis, 12 Januari 2023.

Untuk mengorek lebih jauh keterangan tentang aparat keamanan ini ke lokasi tambang, pihaknya pun menyarankan agar melakukan konfirmasi kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) VI/3 Bulungan. Terlebih lagi kasus tersebut telah diambil alih oleh Pondam VI/Mulawarman.

Baca Juga :  859 Pelaku Usaha di Nunukan Belum Kantongi Sertifikat Halal

“Namun kasus tersebut, sudah diambil alih langsung oleh Pomdam VI/Mulawarman, pihak Korem hanya membantu proses evakuasi, demikian disampaikan. Kronologisnya langsung ke Denpom ya,” tuturnya.

“Penrem tidak membuat kronologisnya dan langsung aja ke Denpom, karena Denpom di bawah langsung Pomdam VI/Mulawarman,” tambahnya.

Tak berhenti di sini, pewarta pun melakukan konfirmasi kepada Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) VI/3 Bulungan Letkol CPM Abdul Rauf Asmuni selama 2 hari, namun satuan ini belum berkenan memberikan komentar terkait insiden laka tambang tersebut.

Sebelumya, Camat Sekatak Ahmad Safri mengatakan sesuai laporan yang diterimanya, ada 2 orang dilaporkan tertimbun karena lubangnya mengalami keruntuhan, lokasinya di tambang emas Mewet Kilometer 15  PT Intraca Desa Tenggiling Kecamatan Sekatak yang terjadi di hari Senin 9 Januari 2023.

Baca Juga :  GTM Dijadwalkan Disegel Malam Ini, Cinema XXI : Kami Taat Hukum

“Ya, ada, yang saya tahu ada 2 orang tertimbun di hari Senin kemarin,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Rabu 11 Januari 2023.

Dia mengatakan setelah kejadian, kedua korban pun telah dievakuasi dari dalam lubang. Dimana salah satunya telah dikebumikan di Sekatak dan satunya dipulangkan ke daerah asalnya ke Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

“Keduanya orang luar, satunya dibawa ke Tarakan untuk dikirim ke Palembang. Satu orang sipil dan satunya aparat keamanan itu yang ke Palembang,” sebutnya.

Pasca kejadian, kondisi di lokasi kejadian kini telah dikosongkan. Dia mengatakan aktivitas pertambangan emas di Desa Tenggiling dalam pantauan telah beroperasi hampir 1 tahun belakangan.

“Kegiatan itu belum ada setahun, ini lokasi baru di Sekatak ini lebih dekat dengan kampung. Waktu kejadian kondisinya lagi hujan,” tuturnya.

Baca Juga :  GTM Dijadwalkan Disegel Malam Ini, Cinema XXI : Kami Taat Hukum

Untuk diketahui, kejadian ini ketika Pratu K bersama rekannya ke lokasi tambang emas salah satu warga di hari Senin 9 Januari 2023, sekira pukul 11.00 Wita. Lalu sekitar pukul 15.30 wita Pratu K masuk ke dalam lubang. Tidak lama para pekerja pun mendengar suara runtuh di lubang yang memiliki kedalaman 20 meter itu, dimana di dalamnya ada 2 orang.

Melihat kejadian itu, para pekerja pun melakukan upaya evakuasi dan ditemukan keduanya telah meninggal dunia.

Informasi yang diterima dari sumber terpercaya, jika Pratu K sering meminta material emas kepada penambang.

Sebelum kejadian, pekerja di lokasi itupun sempat melarang korban masuk kedalam lubang, pasalnya kondisi cuaca saat itu tengah hujan.  (*)

Reporter: Tim Benuanta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *