Menyelam Selamatkan Barang, Asep Meregang Nyawa di Ruang Kemudi Kapal

benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah dinyatakan hilang saat menyelam untuk menyelamatkan barang di dalam kapal yang tenggelam pada Selasa, 3 Januari 2023 lalu Asep akhirnya ditemukan meregang nyawa tepat di atas kemudi kapal dengan posisi terlentang pada Kamis, 12 Januari 2023.

Pria bernama Asep Saefudin (36) asal Dusun Cikawung RT.03 RW.03 Desa Cidahung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan Jawa Barat itu dinyatakan hilang dan sempat dilakukan pencarian beberapa hari namun tidak ditemukan.

Awalnya, Asep dilaporkan hilang oleh dua orang rekannya di Perairan Sebuku dermaga Logpond PT. Adindo Hutan Lestari, Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.

“Saat itu informasi yang kita dapatkan kapal mereka tenggelam karena bocor, jadi korban ini kebetulan bisa berenang sehingga ia menyelam untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang ikut tenggelam tapi saat ditunggu-tunggu Asep tak kunjung muncul,” kata Kapolsek Sebuku, Iptu Siswandoyo kepada benuanta.co.id, Kamis (12/1/2023).

Baca Juga :  Flash News! Pria Paruh Baya Gantung Diri di Teras Rumahnya

Diungkapkan Siswandoyo, pencarian terhadap Asep dilakukan 9 hari namun pencarian itu menemui banyak kendala. Evakuasi terhadap kapal yang tenggelam sangat sulit dilakukan lantaran minimnya alat yang digunakan.

DITEMUKAN : Posisi tubuh Asep yang ditemukan di atas kemudi setelah kapal tenggelam dievakuasi ke permukaan.

Tim evakuasi pun mencari jalan lain dengan melibatkan tokoh adat setempat yang dianggap lebih mengetahui kejadian mistis yang kerap terjadi di sungai tersebut. Setelah tim evakuasi dan masyarakat setempat sepakat untuk melakukan ritual, akhirnya kapal kayu dengan bobot puluhan ton itu beberapa jam kemudian naik ke permukaan.

Baca Juga :  Kerugian Akibat Banjir Sembakung Mencapai Rp 1,4 Miliar

“Percaya tidak percaya tapi inilah yang terjadi, kapal yang tenggelam tersebut tanpa adanya bantuan alat maupun kapal yang menariknya, kapal tersebut muncul dengan sendirinya setelah dilakukan ritual oleh tokoh adat setempat,” ungkapnya.

Siswandoyo menyampaikan, ritual tersebut dilakukan oleh tokoh adat sejak Rabu (11/1/2023) malam, sementara itu kapal yang tenggelam muncul di permukaan dengan sendirinya pada Kamis, 12 Januari 2023 dini hari sekira pukul 04.00 Wita.

Tim evakuasi yang sempat menduga Asep terjebak di dalam kapal benar adanya. Ketika dievakuasi, posisi Asep berada tepat di dalam ruang kemudi kapal dengan posisi terlentang menggunakan baju lengan panjang dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Baca Juga :  Lompat dari Lantai 2 Tahanan Imigrasi, Kaki WNA Pakistan Ini Keseleo  

Lanjut dia, melihat posisi Asep saat dievakuasi kemungkinan besar Asep terjebak setelah tersangkut di bagian kemudi kapal sehingga membuatnya sulit untuk menyelamatkan diri dan kehabisan nafas.

“Setelah dievakuasi jasad korban kita bawa ke Rumah Sakit Pratama Sebuku. Semantara itu saat ini pihak keluarga korban yang berada di Jawa Barat masih melakukan koordinasi dengan bos tempat Asep bekerja untuk proses pemakamannya seperti apa,” jelas Siswandoyo. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *