Pentingnya Branding Politik Mendulang Suara di Pemilu 2024

benuanta.co.id, TARAKAN – Jelang Pemilu 2024, branding politik memiliki peranan penting membantu organisasi politik seperti politisi, kandidat, atau partai untuk mendulang dukungan.

Konsultan Komunikasi REQComm Strategic Consultant, Retno Kusumastuti menjelaskan branding politik mampu menciptakan identitas untuk politisi.

Identitas ini nantinya memudahkan masyarakat untuk membedakan antara satu politisi dengan politisi lainnya.

“Melalui identitas, image, dan juga reputasi ini diharapkan dapat menciptakan hubungan saling percaya antara politisi dan konsumen politik atau masyarakat,” jelas Retno saat dikonfirmasi di Tarakan, Rabu (12/1/2023)

Baca Juga :  Gubernur Tekan OPD Bekerja Baik, Jika Buruk akan Dipasangi Bendera Hitam

Ia melanjutkan, branding politik ini dapat mengubah serta mempertahankan dukungan, atau reputasi yang dimiliki parpol hingga politisi yang ingin menjadi wakil rakyat.

“Dari brand yang dibangun oleh politisi, otomatis membentuk perasaan, kesan, atau image tertentu di benak masyarakat mengenai politisi tersebut,” lanjutnya.

Pun dengan peran pihaknya sebagai Konsultan Komunikasi harus bisa berperan sebagai success maker menciptakan branding personal para caleg hingga calon presiden di era digital ini. Branding tersebut pun nantinya yang menarik perhatian audience melalui strategi dan kemampuan public relations yang tinggi.

Baca Juga :  Vaksinasi Campak 2022 se Kaltara Mencapai 88,7 Persen

Menurutnya di era saat ini, masyarakat lebih menyukai informasi dengan gaya bercerita atau story telling.

“Ini merupakan kunci sukses bagi brand dengan menggiring persepsi untuk dapat diterima baik oleh publik dan berbagi opini positif di media sosial (word of mouth). Jadi peran konsultan justru semakin dibutuhkan jelang Pemilu 2024 terutama bagi konsultan yang bisa menjembatani antara industri 4.0 dengan Society 5.0,” ujarnya.

Baca Juga :  Informasi Pesan Suara Penculikan Anak Belum Valid

Ia juga berpesan kepada parpol maupun politisi jangan sampai salah pilih konsultan komunikasi. Menurutnya, perlu konsultan yang berstrategi memperkuat spesialisasi di setiap tim dengan melakukan riset berbasis data dan opini pakar, wawancara pelaku industri, networking media, advisor hingga berlangganan jurnal penelitian. Pasalnya, di Pemilu 2024 nanti tantangannya lebih komplek.

“Sehingga klien bisa mendapatkan gambaran yang utuh apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai goals yang diinginkan,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *