Kelompok Transportasi Alami Inflasi Tertinggi di Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kelompok transportasi jadi penyumbang tertinggi inflasi tahunan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal ini turut dibenarkan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Slamet Romelan yang mengatakan jika semua kelompok transportasi Darat, Udara dan Laut digabung, maka akan tercatat inflasi sebesar 15,74 persen.

“Mungkin penyebabnya bisa disebabkan oleh besarnya ketergantungan masyarakat Kaltara dalam menggunakan jasa kelompok transportasi ini, meski disaat-saat mengalami kenaikan harga,” kata pria yang akrab disapa Slamet, Rabu, 11 Januari 2023.

Baca Juga :  Juli Tahun Ini Pengadilan Tipikor Kaltara Terbentuk di Tanjung Selor

Sedangkan untuk kelompok lainnya, seperti kelompok kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, mengalam juga mengalami kenaikan inflasi. Meski tidak setinggi inflasi kelompok transportasi.

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,73 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,57,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Ketua PKK Kaltara Tanam 1.000 Bibit Buah-buahan di SMK 1 Tanjung Palas

“Lalu ada juga kelompok kesehatan sebesar 1,55 persen. Selanjutnya, ada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,64 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,63 persen,” bebernya.

Adapun lima jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi bulanan di Kaltara, adalah daging ayam ras sebesar 0,18 persen, sawi hijau sebesar 0,07 persen, emas perhiasan sebesar 0,07 persen, tomat sebesar 0,04 persen dan telur ayam ras sebesar 0,04 persen. Komoditas penyumbang deflasi adalah angkutan udara sebesar -0,08 persen, ikan bandeng/ikan bolu sebesar -0,02 persen, cabai merah sebesar -0,02 persen, tauge/kecambah sebesar -0,01 persen dan kerang sebesar -0,01 persen.

Baca Juga :  Belum Tamat SD di Kaltara Disumbangkan Generasi Baby Boomer

Menurutnya, Slamet hal ini juga terjadi, karena masih besarnya kebutuhan masyarakat Kaltara akan kebutuhan pangan dari luar Daerah.

“Penyebabnya juga sangat dinamis, selain karena situasi Nasional situasi Regional juga sangat mempengaruhi terjadinya inflasi dan BPS akan mencatat semua kenaikan atau penurunan semua inflasi itu,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *