Dishub Kaltara Telah Studi Kelayakan Rencana Pemindahan Bandara Tanjung Harapan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Rencana pemindahan Bandar Udara (Bandara) Tanjung Harapan, di Ibukota Provinsi Kaltara yakni Tanjung Selor terus berproses.

Tak hanya itu, Dishub Kaltara telah melakukan feasibility study atau studi kelayakan terhadap lokasi baru pengembangan.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dishub Kaltara, H. Andi Nasuha bahwa studi kelayakan terkait rencana pemindahan Bandara Tanjung Harapan telah dilakukan di lima titik.

“Salah satunya, di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan. Namun di salimbatu banyak lengkungan. Sehingga, butuh banyak tanah timbunan,” ungkapnya Rabu (11/1/2023).

Selain di Desa Salimbatu, studi kelayakan juga sudah dilakukan di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan sama Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Baca Juga :  Juli Tahun Ini Pengadilan Tipikor Kaltara Terbentuk di Tanjung Selor

“Jadi, total sudah ada lima yang kita lakukan studi kelayakan. Tapi yang paling memungkinkan sebagai lokasi pemindahan Bandara Tanjung Harapan ada tiga. Salimbatu, Long Beluah sama Kecamatan Tanjung Palas Timur,” ungkapnya.

Ia menegaskan studi kelayakan sudah dilakukan dari beberapa bulan lalu dan Dishub Kaltara menyerahkan keputusan akhir kepada Kementrian Perhubungan RI.

“Untuk titik yang akan digunakan sebagai lokasi baru pemindahan Bandara Tanjung Harapan. Kita juga masih menunggu dari Kemenhub RI, untuk bahas anggaran. Karena mereka yang memiliki anggaran besar untuk pengembangannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tahapan Musprov III KONI Kaltara, Pengambilan Formulir Calon Ketua

Sebab menurut pengakuannya Dishub Kaltara sudah menyerahkan hasil feasibility study atau studi kelayakan ke Kemenhub RI.

“Hasil studi kelayakan di lima titik rencana pengembangan sudah kita serahkan ke Kementerian Perhubungan. Ya tergantung dari mereka soal lokasi mana yang cocok sebagai pengganti Bandara Tanjung Harapan,” tuturnya.

Sebab kondisi saat ini, Andi menilai bahwa Bandara Tanjung Harapan masih memungkinkan untuk dikembangkan.

“Namun, risiko sosialnya sangat tinggi.
Di kiri kanan Bandara Tanjung Harapan kan sekarang ini sudah banyak bangunan. Sehingga kalau mau dikembangkan, di ujung bandara ada sungai. Lalu kalau pengembangan dilakukan ke arah Jalan Agatis pasti akan berdampak terhadap Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor.Jadi, kalau kita paksakan untuk dikembangkan sepertinya masih sulit,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua PKK Kaltara Tanam 1.000 Bibit Buah-buahan di SMK 1 Tanjung Palas

Namun Dishub Kaltara akan tetap memaksimalkan Bandara Tanjung Harapan, sebelum ada bandara pengganti.

“Kita juga bisa konsentrasi di Bandara Internasional Juwata Tarakan. Namun, dengan catatan jembatan bulan harus berprogres. Jika tidak terealisasi maka wilayah Bulungan akan terisolasi sebab itukan program Pemprov Kaltara untuk konektivitas antar daerah,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *