Permintaan Uang Baru di Bulungan Meningkat

benuanta.co.id, BULUNGAN – Peredaran uang baru di Kabupaten Bulungan terus meningkat dibutuhkan masyarakat dalam bertransaksi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan pada perayaan Natal 25 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023 pecahan baru tersebut yang menjadi buruan masyarakat.

Hal itu diungkapkan pemimpin bidang layanan dan operasional PT BPD Kaltim Kaltara Cabang Tanjung Selor Wahyu Winarti mengatakan semenjak peluncuran uang baru oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI (Bank Indonesia) Perry Warjiyo pada Kamis(18/8) tahun lalu.

Ada tujuh pecahan uang kertas baru yang diluncurkan dan Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor yang menjadi salah satu bank kas titipan

Baca Juga :  Realisasi APBN 2022 Lampaui Target, Angkanya Mencapai Rp 3,05 Triliun atau 92,99 Persen

“Oleh BI untuk pelayanan distribusi uang ke masyarakat dan bank-bank yang ada di Bulungan. Saat ini Bankaltimtara sudah melayani pecahan uang baru dari BI dan pecahan yang sering dicari pecahan Rp 10.000,”ucapnya Sabtu (7/1/2023).

Termasuk pecahan Rp 50 ribu juga paling banyak diburu dimomen perayaan Nataru. “Yang menyebabkan terjadi kenaikan dana kas titipan yang kami minta ke BI pada desember 2022 lalu,” terangnya.

Baca Juga :  PDAM Danum Benuanta Tahun Ini Tambah 1.000 Jaringan Pipa Air Bersih

Sebelumnya kata Wahyu Winarti setiap bulan ada Rp 30 Miliar.

“Di bulan Desember Rp 100 Miliar untuk dana kas titipan BI di Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor pada momen nataru,” tuturnya.

Wahyu juga menjelaskan kas titipan BI di Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor  tahun 2021 mencapai Rp 503 Miliar.

“Tetapi tahun 2022 Rp 430 Miliar dan ini terjadi penurunan yang disebabkan karena sistem pelayanan sudah non tunai sehingga peredaran uang berkurang serta tidak seintens 2021,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenhub Operasikan 177 Trayek Angkutan Laut pada 2023

Bahkan ia mengungkapkan Bank Kaltimtara di Kabupaten Bulungan merupakan bank kas daerah yang paling banyak digunakan transaksi.

“Kami ini kan bank kas daerah yang paling banyak bertransaksi itu Pemprov Kaltara dan Pemkab dan semua sudah melakukan transaksi secara non tunai,” ujarnya.

Sehingga perihal tersebut menurutnya peredaran tunai berkurang.

“Namun untuk Bankaltimtara sendiri kami pakai untuk mengisi ATM sama halnya yang dilakukan dengan bank-bank lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *