Eks Kadis PU KTT Segera Duduk di Kursi Pesakitan, Jaksa akan Hadirkan Ratusan Saksi 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tana Tidung periode 2008-2012 inisial berinisial IB, yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan turap anggaran 2010-2015 lalu akan segera duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Samarinda.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bulungan, Haeru Jilly Roja’i mengatakan, saat ini berkas perkara belum dilakukan pelimpahan.

“Soalnya jaksa masih menyusun surat dakwaan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda. Sehingga untuk berkas perkara belum kita limpahkan, sebab kami masih menyusun surat dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda,” ungkapnya Sabtu (7/1/2023).

Baca Juga :  Tega, Si Paman Jadikan Ponakannya Budak Nafsu Bejatnya, Melati Hamil Muda

Lebih lanjut, Haeru telah menargetkan berkas perkara dilimpahkan pada bulan Januari ini. “Sehingga Insyaallah Februari yang bersangkutan sudah bisa menjalani proses persidangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Haeru, jaksa akan menghadirkan ratusan sanksi dalam persidangan.

“Untuk tersangka, disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk saksi memang ada banyak yang akan kita hadirkan. Tetapi, tidak semua dihadirkan dalam persidangan,” bebernya.

Baca Juga :  Babak Baru Perkara Tipikor Septic Tank, 6 Tersangka Segera Duduk di Kursi Pesakitan 

Haeru menyebut jaksa menyakini masih ada tersangka lain dalam kasus ini.

“Mengingat, saat ini barang bukti (BB) yang dititipkan di rekening penitipan hanya Rp 2,6 miliar dari total kerugian negara Rp 95.641.129.513. Sehingga tinggal dikurangi saja sisanya. Pasti ada orang lain yang menerima aliran dana itu,” bebernya.

Oleh sebab itu, menurutnya hal ini akan dilakukan penyelidikan apalagi, saat ini jaksa telah memiliki kewenangan terkait hal tersebut.

Baca Juga :  Satu DPO Kasus Pencurian Tertangkap di Belakang BRI, Judi Slot Jadi Alasannya

“Kalau sudah tahap II. Otomatis kita sudah memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut,” tegasnya.

“Sampai hari ini belum ada pelimpahan dari penyidik Mabes Polri. Tetapi, kalau dari Mabes Polri bisanya koordinasi langsung ke Kejagung (Kejaksaan Agung),” pungkasnya (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *