Sering Ancam Bunuh Istrinya dan Tega Lakukan Kekerasan Fisik, Sang Suami Diamankan Polsek Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kerap kasar kepada istrinya, bahkan berniat melakukan percobaan pembunuhan terhadap istri sirihnya JA (27) yang tengah hamil 7 bulan SA (28) warga asal Sulawesi Tengah diamankan Unit Reskrim Polsek Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto melalui Kapolsek Nunukan Iptu Sony Dwi Hermawan mengatakan, permasalahan tersebut bermula pada akhir Desember 2022 lalu, yang mana hubungan korban JA dengan SA yang sudah tidak baik dan sering bertengkar.

“Jadi SA dan NA ini merupakan pasangan pernikahan siri dan tinggal serumah, keduanya bekerja sebagai pengikat tali rumput laut,” kata Sony kepada benuanta.co.id, Kamis (5/1/2023).

Diterangkan Sony, keduanya sering cekcok yang bermula dari masalah sandi handphone. Namun, setiap kali bertengkar, SA selalu mengancam akan membunuh dengan memotong leher istrinya yang tengah hamil 7 bulan tersebut.

Puncaknya pada Ahad (1/1/2023), dari keterangan JA, tidak seperti biasanya SA terlihat tengah mengasah parangnya dengan sangat telaten. Usai diasah SA lalu menyimpan parang tersebut di atas rak pakaian yang ada di dalam kamar. Istri SA sempat menaruh curiga, lantaran selama ini, SA tidak pernah menyimpan parang ke dalam kamar.

Baca Juga :  Jabat Kapolres Nunukan, Sinergitas jadi Perhatian Taufik

“Korban yang melihat hal tersebut mulai merasa khawatir akan terjadi sesuatu terhadap dirinya, apa lagi mengingat suaminya sering mengancam akan memotong lehernya,” ucapnya.

Diterangkannya, pada Selasa (3/1/2023) pagi hari sebelum keduanya pergi bekerja, tanpa sepengetahuan suaminya, ia secara diam-diam mengambil parang tersebut lalu membuangnya di belakang rumah di Jalan Tanjung Batu, RT 18, Kelurahan Nunukan barat.

Sore harinya, SA terlebih dahulu pulang ke rumah lalu disusul oleh istrinya. Namun, sesampainya di dalam rumah, tiba-tiba SA berupaya menjerat leher korban dengan menggunakan tali nilon seukuran jari kelingking.

“Saat itu JA sempat berupaya menghindar namun SA terlebih dahulu berhasil melilit tangan korban dengan tali sembari berkata sini kamu saya wudhu,” ujarnya.

Korban JA lalu berteriak dan meronta untuk keluar dari rumah, tetapi SA terus menarik paksa korban untuk masuk kedalam rumah hingga terjatuh dan terseret ke lantai rumah.

Mendengar ada keributan, dua orang tetangga mereka datang untuk melerai, namun SA mengatakan tidak usah ikut campur ini urusan rumah tanggaku. Bahkan, SA terus berkata kepada istrinya “sini saya wudhu kamu baru aku bunuh kamu”.

Baca Juga :  Pekerja Migran Kena Deportasi Memilih Bekerja di Nunukan Daripada Pulkam, Mau Nyeberang Lagi?

“Saat itu sudah ramai warga yang datang, sehingga JA ini berhasil lari dan menyelamatkan diri ke rumah tetangganya lalu setelah itu korban chatting mesengger pada akun Facebook Polsek Nunukan untuk melaporkan kejadian tersebut ke kita,” ungkapnya.

Sony menyampaikan, personel lalu mendatangi rumah korban dan melakukan interogasi sekaligus mengamankan SA.

Berdasarkan keterangan lisan dokter Kelvin yang melaksanakan VER luka, korban JA mengalami luka memar pada pergelangan tangan dan merasakan sakit pada bagian perut nya yang sedang dalam keadaan hamil.

Sementara itu, dari keterangan pelaku SA, permasalahan tersebut timbul karena beberapa minggu terakhir istrinya seperti tidak menganggap dirinya sebagai suami lagi. Pelaku juga menuduh istrinya menyembunyikan rahasia di Hp nya, hal ini Karena JA selalu bergonta-ganti password sandi Hp.

“Pelaku mengakui kalau ia sering mengancam akan memotong dan membunuh korban dan telah mengasah sebilah parang,” ucapnya.

Baca Juga :  Masih Menunggu Petunjuk dari Kejati, Sidang Tuntutan Sabu 47 Kg Ditunda

Puncak amarah pelaku, di hari kejadian, di tempat keduanya mengikat tali rumput laut, SA mengajak JA pulang namun JA menolak karena merasa pekerjaannya belum selesai.

Setibanya di rumah SA berupaya mencari parang yang sebelumnya ia simpan namun ia tidak menemukannya, sehingga SA mengambil tali nilon di dalam kamar, lalu dipegang nya sembari menunggu Istrinya tiba di rumah.

“Niatan awal pelaku adalah akan membunuh korban dengan menggunakan parang yang telah dipersiapkan, namun pelaku tidak menyadari bahwa parang telah dibuang oleh korban sebelumnya, sehingga pelaku berniat untuk membunuh korban dengan menggunakan tali nilon sebesar jari kelingking untuk mempermudah nya,” jelasnya.

Sony menerangkan, saat ini pelaku SA sudah di amankan di Mako Polsek Nunukan dan disangkakan Pasal 338 Jo pasal 53 ayat (1) KUHP Jo Pasal 44 Jo pasal 5 huruf “a” UU nomor 23 tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Jo pasal 335 ayat (1) KUHP.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *