SB Harapan Baru Express Asal KTT Bocor Dalam Perjalanan Menuju Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Speedboat Harapan Baru Express asal Kabupaten Tana Tidung (KTT) tujuan Tarakan diduga mengalami kebocoran sehingga terlambat tiba di Pelabuhan Tengkayu I.

Saat dikonfirmasi, Staf Syahbandar Pelabuhan KTT Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Yogi membenarkan kejadian tersebut. Namun ia menepis adanya dugaan kebocoran, yang sebenarnya terjadi adalah terkupas sambungan pada speedboat.

Adapun kejadian ini diketahui dari pihak ABK pada pukul 11.00 dan langsung menghubungi speed yang ada di Pelabuhan Tengkayu I untuk mengevaluasi penumpang.

Baca Juga :  Kades Tideng Pale Setujui Wacana Masa Jabatan Kades 9 Tahun, Ini Alasannya

“Berangkat dari KTT 9.15 dan sampai jam 12 di Tarakan,” sebutnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia menguraikan terdapat 38 penumpang diantaranya 10 anak kecil. Yogi menegaskan untuk motoris akan dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Syahbandar Kota Tarakan guna dimintai keterangan.

“Tadi di dekat perairan Juata mengalami trouble, dan sudah semua penumpang sampai di Tarakan semuanya selamat,” tandasnya.

Baca Juga :  Masa Jabatan Diperpanjang? Kades Sengkong KTT: Bukan Solusi Membangun Desa

Terpisah, Staf Syahbandar Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Sudirman menegaskan awalnya pihaknya belum mendapati laporan terkait masalahnya SB Harapan Baru Express, namun setelah ia cross check memang benar terjadi trouble pada speed boat tersebut.

Saat keberangkatan ia ungkapkan tidak dilakukan pemeriksaan terhadap fisik armada, hanya saja pemeriksaan dilakukan pada jumlah penumpang yang harus sesuai dengan manifest.

“Kalau mesin itu diperiksa berkala oleh marine inspector yang mana diperiksa 6 bulan sekali dibuktikan dengan sertifikat dan pas sungai danau,” kata Sudirman.

Baca Juga :  12 Kasus DBD di Tana Tidung Awal Tahun 2023, Dinkes Gencarkan Fogging

Setelah memenuhi sertifikat yang dimaksud, armada dapat berlayar dan dikatakan layak. Sejauh ini pihaknya hanya mengecek bukti sertifikat yang memang layak untuk berlayar.

“Selama ini masih aman aja, biasanya SB Harapan Baru ini memuat 27 penumpang. Perhari itu ada 3 armada yang melayani keberangkatan ke KTT,” singkatnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *