Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi, Pertamina Imbau SPBU Lakukan Pengawasan Lebih Ketat 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 13.050 per liter.

Kebijakan tersebut diputuskan penyesuaian harga setelah mulai berlaku efektif, Selasa (3/1/2023) lalu.

Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwi Candra mengatakan, untuk BBM jenis Pertamax Turbo dari Rp 15.250 per liter turun menjadi Rp 14.350 per liter.

“Kemudian, untuk Dexlite dari Rp 18.100 per liter menjadi Rp 16.500 per liter. Jadi, ada tiga produk BBM yang disesuaikan,” ungkapnya Kamis (5/1/2023).

Baca Juga :  Babinsa Imbauan ke Sekolah Tenangkan Isu Percobaan Penculikan  

Lebih lanjut, Arya menjelaskan untuk Bio Solar masih dikenakan harga yang sama yaitu Rp 6.800 per liter.

“Tentu penyesuaian harga ini dilakukan sebagai implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62/K/12/MEM/2020 dan penyesuaian harga ini mulai berlaku efektif 3 Januari 2023 lalu,” ujarnya.

Terpisah, Sales Branch Manager Retail Rayon VI Kaltimtara, Faisal menambahkan sudah pasti mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

“Sebab keputusan terkait penyesuaian harga itu ada di pusat. Kalau keputusan pemerintah pusat seperti itu. Iya, kita mengikuti apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Maling Uang dan Hp di Tanjung Selor Ditangkap Polisi di Tarakan

Lalu dalam penerapannya, kata Faisal, Pertamina sudah menyampaikan kepada pengelola SPBU tentang penyesuaian harga tersebut.

“Kami sudah sampaikan kepada seluruh SPBU terkait penyesuaian harga tersebut dengan adanya penyesuaian ini  perbandingan harga antar Pertamax dan Pertalite tidak begitu jauh. Sehingga, masyarakat bisa memilih untuk menggunakan BBM yang lebih berkualitas,” bebernya.

Lebih lanjut, untuk penerapan di SPBU kabupaten kota di Provinsi Kaltara, Pertamina memastikan akan terus memonitor penerapan penyesuaian harga BBM.

“Kita akan terus memonitor penerapan penyesuaian harga BBM. Tetapi, masyarakat juga kita harapkan bisa berperan aktif melakukan pengawasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Motor Seruduk Truk Logistik di Simpang Empat Jalan Mangga dan Rambutan Berakhir Damai

Tak hanya itu, jika ada SPBU yang masih menjual dengan harga lama. Faisal mengimbau warga segara laporkan ke Pertamina, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti.

“Silahkan masyarakat melapor kalau masih ada SPBU yang belum melakukan penyesuaian harga,” tegasnya.

Termasuk dalam hal ini, memastikan akan memberikan tindakan tegas kepada petugas SPBU dan pemilik SPBU yang terbukti tidak mengimplementasikan penyesaian harga tersebut.

“Iya, kalau ada yang terbukti tidak mengimplementasikan pasti akan kita berikan pembinaan,” pungkasnya (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *