Pengembangan Kambing Boer, Dinas Pertanian Bulungan Terhalang PMK

benuanta.co.id, BULUNGAN – Upaya mewujudkan daerah bisa menerapkan pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan atau disebut food estate.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan Sri Rejeki mengatakan untuk mempertahankan food estate pada sektor peternakan kambing boer bisa terus berkembang di Bumi Tenguyun selama ini telah dilakukan pendamping.

“Kalau dari dinas pertanian kita selalu melakukan pendampingan, pembinaan kelompok, kemudian ada pelayanan kesehatan hewannya. Jadi kita mengadakan pengobatan kemudian untuk penyuntikan vitamin. Juga lakukan pembinaan manajemen pemeliharaan ternak,” ujarnya, Kamis (5/1/2023).

Termasuk tim Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan Ia mengatakan telah lakukan monitoring sanitasi kebersihan kandang.

“Kemudian kondisi ternak menghadapi kondisi cuaca kurang bagus, kemudian PMK. Kita memberikan penyuluhan mengenai pencegahan dan pengawasan penyakit menular,” tuturnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bulungan Tinjau Lokasi Tanggul Perusahaan Jebol di Bunyu

Bahkan pihaknya menegaskan selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan selalu melakukan kegiatan biosekuriti bersama para peternak.

“Bahkan secara biosekuriti untuk melarang sementara keluar masuknya ternak dari berbagai serangan penyakit atau sebagai pengendalian wabah penyakit dengan para peternak,” bebernya.

Namun Sri Rejeki pun mengungkapkan selama ini pengembangan ternak kambing boer untuk wujudkan Food Estate di Kabupaten Bulungan belum terlaksana.

“Kalau untuk pengembangan kambing boer sementara ini karena ada kasus PMK lalu seperti kemarin ada bantuan ternak kambing cross boer dari Kementerian Pertanian RI belum bisa terlaksana,” bebernya.

Sebab penghasil ternak kambing cross boer dari daerah Provinsi Jawa Timur ke Kabupaten Bulungan kata Sri Rejeki belum bisa masuk.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Tarakan-Kejaksaan Negeri Nunukan Bersinergi Optimalkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Karena zona merah. Sedangkan kabupaten Bulungan termasuk zona kuning dimana satu daratan dengan daerah yang ada kasus penyakit PMK yaitu Samarinda dan dari Balikpapan zona merah, kalau Berau zona kuning karena kita satu daratan dengan Kalimantan,” terangnya.

Sehingga pihaknya menegaskan pengembangan Kambing Boer sementara waktu ditunda.

“Sehingga kemungkinan dilaksanakan di anggaran perubahan tahun 2023,” jelasnya.

Lalu untuk mencapai target pengembangan Kambing Boer di Kabupaten Bulungan dari tahun 2021 sampai 203 ini pihaknya berharap 1 kelompok peternakan menghasilkan 25 ekor.

“Kalau kita kemarin harapannya 1 kelompok peternakan mampu hasilkan 25 ekor kambing Boer bisa dilakukan pengembangan namun karena sesuaikan dengan anggaran tetapi terjadi ada PMK gagal lakukan pengembangan,” bebernya.

Sebagai informasi, kata Sri Rejeki ada 2 kelompok peternak dapat kambing cross boer dari Kementerian Pertanian RI.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Segera Umumkan Stop Ekspor Mentah Tembaga Tahun Ini

“Kita tempatkan di kelompok tunas harapan di Kilo 9 Desa Bumi Rahayu dan kelompok sampurna di Desa Panca Agung Tanjung Palas Utara. Dan satu kelompok masing-masing dapat 25 ekor kambing cross boer. Alhamdulillah perkembangannya ada meskipun belum optimal karena masih adaptasi,” jelasnya.

Adapun dua kelompok peternak kambing tersebut kata Sri Rejeki masing-masing dapat 23 kambing cross boer betina dan 2 kambing boer jantan.

“Sama ada dapat bantuan alsin yaitu alat pendukung ternak kambing. 1 unit alat copper alat pencacak rumput. Kemudian ada alat penepung berikutnya lagi ada satu alat pelet. Sehingga diharapkan dengan alat tersebut kelompok bisa maksimal memberikan pakan hijau untuk ternaknya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *