Kebakaran Pasar Sentral Makassar yang Berulang: Tarik Ulur Kepentingan, Pedagang Jadi Korban?

benuanta.co.id, MAKASSAR – Kebakaran Pasar Sentral Makassar yang menghanguskan 931 lapak pedagang pada pekan lalu, masih menjadi perhatian publik. Khususnya terkait penyebab kebakaran yang merugikan pedagang ditaksir mencapai Rp70 miliar lebih.

Pasalnya kebakaran Pasar Sentral bukan kali pertama terjadi. Tercatat, ‘si jago merah’ melalap pasar tersebut pada 28 Juni 2011, 6 November 2013, 13 Januari 2014, 7 Mei 2014 dan teranyar 27 Desember 2022. Berdasarkan informasi rerata kebakaran tersebut berlangsung pada malam hari.

Pasca terbakarnya lapak pedagang Pasar Sentral, Blok B bagian Selatan, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berjanji akan segera mencarikan solusi bagi pedagang dari insiden kebakaran tersebut.

“InsyaAllah kita akan carikan solusi secepatnya, agar mereka bisa berdagang, apalagi menyambut bulan Ramadhan,” kata Danny Pomanto kepada sejumlah pedagang ketika mengunjungi lokasi kebakaran sehari sesudah insiden tersebut.

Danny Pomanto mengaku akan mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar agar memberikan bantuan berupa material untuk membangun lapak sementara pedagang.

“Kita bantu setengahnya, paling tidak seng atau materaial lainnya. Pemkot tidak akan menyia-nyaiakan pedagang, kita akan bantu,” tuturnya

Adapun langkah awal yang dilakukan Pemerintah Kota melalui Perumda Pasar Makassar Raya melakukan pendataan terhadap pedagang yang terdampak. Kemudian para pedagang yang memiliki kartu resmi Pedagang Pasar Sentral Makassar akan direlokasi ke tempat telah disediakan nantinya. Di mana dari 931 lapak terbakar ada sekitar 800 pedagang.

Pasca kebakaran itu, hingga kini kepolisian dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel masih mengidentifikasi penyebab terbakarnya Pasar terbesar pertama di Makassar yang dibangun pada tahun 1991-1992 itu.

Beberapa bulan sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar telah berencana melakukan revitalisasi Pasar Sentral, khususnya pada Blok B. Itu diungkapkan langsung Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ichsan Abduh Hussein yang dimuat sejumlah media pada November 2022.

Baca Juga :  Pasar Penyebaran Bahan Pokok di Makassar Terbakar

Alasan revitalisasi tersebut, lantaran kebakaran pada 2014 belum ada perbaikan atau pembangunan hingga sekarang. “Kita rencana revitalisasi Makassar Mall blok B,” ucap Ichsan Abduh Hussein yang dikutip dari beberapa media.

Hanya saja dikonfirmasi ulang terkait itu, Ichsan Abduh Hussein belum memberikan tanggapan.

Diketahui, keberadaan ratusan lapak pedagang kaki lima yang terbakar baru – baru ini berdampingan dengan New Makassar Mall (pasar dengan konsep modern). Awalnya New Makassar Mall didirikan ketika pasca peristiwa pasar sentral terbakar pada 2014 silam.

Pembangunannya, pemerintah kota menggandeng pihak swasta, yaitu PT. Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) sebagai pengembang. Peresmian dan perubahan nama Pasar Sentral menjadi New Makassar Mall  atau NMM dilakukan sekitar 2017.

Mall ini punya 7 lantai yang bisa diakses lewat lift, eskalator, dan tangga darurat. Bahkan ada jalur khusus angkot untuk menuju pasar tersebut.

Pembangunan NMM bertujuan untuk mengurai kemacetan di kawasan Pasar Sentral, sebab pasca kebakaran yang melanda pada 2014 silam sempat didirikan pasar darurat atau penampungan oleh pemerintah agar proses jual-beli tetap berlangsung.

Namun itu memicu terjadinya kemacetan di sepanjang jalan pasar tersebut. Terlebih pagi dan sore hari. Berawal dari polemik itu, pemerintah mengambil kebijakan mengubah wajah pasar sentral dengan konsep modern baik dari fisik maupun non-fisik (sekarang Makassar New Mall).

Hanya saja keinginan pemerintah kota tidak sepenuhnya berjalan optimal. Sebagian pedagang menolak keputusan pemerintah untuk direlokasi ke dalam New Makassar Mall. Alasan pedagang tetap bertahan di pelataran New Makassar Mall dan mendirikan lapak, lantaran biaya sewa kios cukup mahal.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Kedua di Makassar akan Diberikan ke Masyarakat Umum

Salah seorang pedagang, Warni (38 tahun) (bukan nama sebenarnya, minta tidak disebutkan) mengatakan, harga sewa kios di New Makassar Mall bervariatif, tergantung lokasi.

Kata dia, apabila lokasi berada di lantai 1 dan sekitar pintu masuk, biayanya akan lebih mahal. Kemudian harga sewa akan lebih murah ketika lantai atas dan terpojok.

“Harganya tergantung lantai berapa, ada Rp5 juta, ada Rp2,5 juta perbulan, itu di luar biaya listrik,” kata Warni. “Kalau di luar (Makassar New Mall), Rp500 sudah dapat maki,” ucap Warni menambahkan sembari mengeluh soal biaya sewa yang mahal di tengah minimnya aktivitas jual – beli.

Warni sendiri merupakan salah seorang pedagang Pasar Sentral Makassar yang menjadi korban kebakaran. Di mana lapak yang dimiliki ada dua, dia mengelola bersama orang tua dan adiknya, semua terbakar. Kerugian dialaminya mencapai puluhan juta rupiah.

Dia mengaku, mulai berjualan pakaian di Pasar Sentral pada 2019. Namun orangtuanya telah melakoni sejak 2013 silam.

Warni yang didampingi adiknya bercerita, bahwa ketika insiden kebakaran tersebut dirinya tidak berada di lokasi, karena sudah tutup sekitar pukul 17.00 Wita. Kemudian setibanya di rumah, panggilan berdering berulang kali dari sesama pedagang.

“Saya ditelpon pas sudah isya, ditanya, ‘eh kebakaran Pasar Sentral’. Pas saya tau langsung kembali lagi, waktu sampai besar sekalimi itu api, hampir semua lapak terbakarmi kuliat,” cerita Warni.

Warni menuturkan perjalanan dari kediamannya ke Pasar Sentral memakan waktu sekitar 15 – 20 menit apabila arus lalu lintas cukup lancar. Berdasarkan informasi, kebakaran Pasar Sentral terjadi pada pukul 19.00 Wita, sedangkan Warni memperkirakan tiba sekira jam 20.00 Wita.

“Kalau ceritanya itu pedagang lain, cepat sekali api menjalar. Padahal itu hari hujan deras,” tuturnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Terdampak Banjir di Parepare, Dua Orang Meninggal Dunia

Hanya saja Warni enggan berspekulasi terkait penyebab kebakaran tersebut apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Namun diungkapkan Warni, stigma pedagang terkait penyebabnya selalu mengarah ke sisi negatif.

“Bapakku sudah lamami di sini dagang. Orang – orang di sini baku tau maki, jadi yah begitumi. Kalau begini diikhlaskan mami,” ujarnya ketika ditanyai soal dugaan penyebab kebakaran Pasar Sentral Makassar. Di mana sejauh ini banyak berseliweran informasi bahwa sebelum kebakaran ada sosok misterius keluar dari sekitar lapak pedagang.

Diakui Warni, untuk kedepannya masih menunggu kebijakan pemerintah.”Kalau dimudahkan mungkin masih tetapji. Tapi kalau berat mungkin cari tempat lain. Karena bapakku punya kartu resmi (Pasar Sentral),” tukasnya sembari berujar dari insiden kebakaran itu tidak barang dagangannya tersisa.

Sejauh ini Kepolisian juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran 931 lapak yang berada di atas lahan sekitar 146×350 meter itu. Namun dugaan sementara adalah korsleting listrik.

Berkenan dengan itu, Direktur Pusat Kajian Advokasi dan Anti Korupsi Sulsel, Farid Mamma berharap kepada kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran Pasar Sentral. Serta hasilnya dibuka ke publik.

“Bayangkan saja ada ratusan pedagang terdampak. Kita melihat dari sisi kemanusiaan saja, maka kepolisian diharapkan sungguh – sungguh mengusut kasus ini. Apabila memang ada unsur dugaan kesengajaan maka perlu dibuka ke publik siapa yang harus bertanggung jawab,” tegas adik kandung mantan Wakabareskrim Polri, Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma itu.

Sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kebakaran Pasar Sentral, mulai yang melihat pertama kali api, pedagang dan pihak Perumda Makassar Raya.

Reporter: Akbar

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *