Rusun MBR Sengkawit Difungsikan Sebagai Asrama Mahasiswa Vokasi Bahasa Mandarin

benuanta.co.id, BULUNGAN – Rumah susun (Rusun) di Jalan Sengkawit semula dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Bulungan. Kini, rusun tersebut disulap menjadi asrama mahasiswa vokasi Bahasa Mandarin yang menuntut ilmu di Universitas Kaltara (Unikaltar).

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan dipilihnya rusun itu karena sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bulungan memiliki program kerjasama dengan pengelola Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi dalam pembelajaran vokasi Bahasa Mandarin.

“Sehingga kuota tahun ini 80 anak itu kita tempatkan di Rusun Sengkawit, sehingga dalam aspek pengawasan lebih mudah dan meringankan beban orang tua si mahasiswa. Karena tidak perlu mencari tempat tinggal lagi selama mengikuti proses pendidikan,” ucap Syarwani kepada benuanta.co.id, Rabu 4 Januari 2023.

Baca Juga :  Batas Darat Selesai, Batas Laut Sebatik-Tawau Masih Bermasalah

Alasan penunjukkan rusun itu agar para mahasiswa ini lebih konsentrasi dan lebih mudah dikontrol. Dirinya pun berharap dari 80 orang itu tidak ada yang berhenti selama proses pembelajaran.

Hal inilah menjadi kontribusi pemerintah dalam memberikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Bulungan dengan hadirnya KIPI sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Baca Juga :  Kuota Terbatas, Dinkes Bulungan Layani Vaksinasi untuk 100 Orang

“Saya tidak ingin satupun dari 80 orang ini berhenti ditengah jalan. Terkait mulainya pendaftaran itu dimulai Februari 2023 dan ini sudah ranahnya pengelola kawasan dengan penyelenggara dalam hal ini Unikaltar,” tuturnya.

Untuk diketahui, rusun ini pada 2021 hingga 2022 dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bulungan, namun saat ini telah selesai. Agar terlihat lebih baik,bangunannya pun dilakukan rehab berupa pengecatan ulang.

Baca Juga :  15 Tahun Gedung SD 003 Tanjung Palas Utara Mangkrak

Syarwani mengatakan sebelum calon mahasiswa masuk, Pemkab Bulungan akan membentuk lembaga atau unit pelaksana teknis (UPT) yang bertugas untuk mengkoordinasikan dan menjaga kebersihan rusun tersebut. Serta UPT ini nanti mengawal para mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran.

“Kita pastikan tata kelola dan kenyamanan serta keamanan bagi anak-anak bisa dipenuhi oleh pemerintah. Kita gratiskan, inilah bentuk kontribusi pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *