Buntut Pelonggaran Pembatasan, Penerbitan Paspor Naik 578 Persen Dibanding Tahun Lalu

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah mulai kembali melonggarkan kembali aktivitas masyarakat dengan mencabut status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir Desember 2022 lalu. Artinya masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan bebas tanpa harus ketat menegakan protokol kesehatan.

Hal ini juga sejalan dengan semakin meningkatnya pembuat passport di Tarakan. Tercatat di tahun 2022 sebanyak 6.006 dokumen penerbitan passport ada di Kantor Imigrasi Tarakan.

Kepala Imigrasi Tarakan, Andi Mario menerangkan, ribuan permohonan passport tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 yang hanya 893 dokumen.

Baca Juga :  Polisi Dalami Kasus Laka Maut Depan Gudang Barang Gunung Belah, Kecepatan Motor dan Manuver Truk Disorot

“Naiknya 572 persen, ya kan baru dilonggarkan pembatasan kan sekitar bulan 5 habis lebaran, setelah itu meningkat terus,” terangnya saat ditemui, Rabu (4/1/2023).

Adapun tujuan terbanyak dari permintaan passport ini ialah umroh disusul keperluan berlibur. Untuk tujuan berlibur sendiri pemohon umumnya bertujuan untuk ke Negara Malaysia dan Singapura.

“Kalau rata-rata yang datang itu umroh, kita juga tidak ada terobosan baru tapi kita tahun 2022 kemarin ada launching aplikasi pasport kan,” tuturnya.

Baca Juga :  Eksploitasi Anak Masih Jadi Atensi Mensos

Pada aplikasi ini nantinya masyarakat dapat bermohon dengan memasukan data diri yang dibutuhkan setelahnya dapat mendatangi Kantor Imigrasi Tarakan untuk melakukan foto. Tak hanya masyarakat Tarakan, Kantor Imigrasi Tarakan melayani 3 kabupaten dan 1 kota diantaranya Bulungan, Malinau, KTT dan Tarakan.

“Paling banyak Tarakan, yang jemput bola juga ada, kita 22 kali kemarin jemput bola. Tarakan 7 kali, Bulungan 10 kali, Malinau 3 kali dan KTT 2 kali. Kita buka layanan dan ada juga program isi passport biasanya kita yang diundang,” jelas Mario.

Baca Juga :  Laka Lantas, Seorang Remaja Meregang Nyawa di Jalan Depan Kopegtel Gunung Belah

Pada program jemput bola biasanya pemohon dapat mencapai 100 hingga 200. Saat ini tercatat wilayah Bulungan masih mendominasi permohonan passport jemput bola.

“Alhamdulillah tidak ada kendala, palingan karena cuaca yang angin kencang itu. Kita sudah lancar aja, meskipun di KTT kita bawa modem sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *