Motifnya Laporan Fiktif, Perusda Berdikari Bulungan Disidik Polisi 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Diduga merugikan keuangan negara, Polres Bulungan melaksanakan penyidikan terhadap perputaran keuangan di tubuh Perusahaan Daerah (Perusda) Berdikari Kabupaten Bulungan.

Kapolres Bulungan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar dalam rilis tahunannya menyebutkan, pihaknya telah lama melaksanakan penyelidikan hingga akhirnya melakukan peningkatan status terhadap pemeriksaan Perusda Berdikari ini menjadi tahap penyidikan.

“Yang naik ke penyidikan itu baru 1 kasus yakni Perusda Berdikari,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Sabtu 31 Desember 2022.

Dalam penyidikannya, Polres Bulungan telah memeriksa beberapa saksi. Untuk melengkapi lagi keterangan tentang kerugian keuangannya, polisi pun akan meminta keterangan dari ahli keuangan daerah.

Baca Juga :  Babak Baru Perkara Tipikor Septic Tank, 6 Tersangka Segera Duduk di Kursi Pesakitan 

“Suratnya sudah kami kirimkan ke Kementerian Dalam Negeri, semoga di awal Januari 2023 kami sudah bisa melakukan pemeriksaan dan bisa menyelesaikan perkaranya di bulan Februari atau Maret 2023,” tuturnya.

Terkait kerugiannya, dalam coretan angka sementara Polres Bulungan itu mencapai angka miliaran rupiah.

“Nilainya cukup besar, angkanya di atas Rp 1 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bulungan IPTU Khomaini mengatakan untuk kasus Tipidkor Berdikari tersebut masih akan meminta keterangan ahli keuangan daerah Kemendagri. Pasalnya hitungan yang dimiliki Polres Bulungan dengan Inspektorat Daerah ada perbedaan angka.

Baca Juga :  Terkendala Vaksin Kosong, Belum Ada Pelayanan Booster Kedua

“Makanya ini harus di sinkronkan lagi. Kita belum menetapkan tersangka, ini masih calon menunggu pemeriksaan ahli dulu. Karenakan ini perusahaan daerah, apakah itu keuangan negara atau tidak,” paparnya.

Motif yang dicium oleh polisi adalah laporan fiktif terkait penjualan material bangunan. Dimana uang yang dibayarkan oleh pembeli namun pengelola Perusda Berdikari tersebut tak menyetorkan ke perusahaan.

“Ini laporan fiktif terkait penjualan. Misalnya barang dijual Rp 10 juta, tapi uangnya tidak disetorkan. Ini mulai tahun 2019 sampai 2020,” ujarnya.

Baca Juga :  Berantas Premanisme, Polresta Bulungan Siapkan Operasi Bina Kusuma

Selain itu dii pihaknya ada beberapa kasus Tipidkor juga yang ditangani, hanya saja dalam penyelidikan dan penyidikan didapati ada mengembalikan uang tersebut ke negara.

“Ada 2 kasus yang kami tangani kemarin itu sudah mengembalikan uang ke negara sebesar Rp 334 juta, dari kasus Pasar Bunyu dan sekolah kalau tidak salah,” terangnya.

Kata dia, kedua kasus itupun tidak dinaikkan sesuai aturan pelakunya telah memulihkan keuangan negara. (*) 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *