KALEIDOSKOP 2022! Penyalahgunaan Narkoba di Bulungan Menurun

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bulungan mengalami penurunan selama tahun 2022.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona Siregar setelah melihat perbandingan pada 2021 lalu trend menurun mencapai 8 persen.

“Kemudian data pengungkapan penyalahgunaan narkoba jumlah perkaranya pada tahun 2021 ada 77 kasus. Kemudian tahun 2022 ada 72 kasus artinya ada trend penurunan sebesar 8 persen,” ujarnya Sabtu (31/12/2022).

Kemudian jika dikaji berdasarkan dari barang bukti yang berhasil tim Polres Bulungan ada mengalami peningkatan.

“Kemudian kalau dilihat dari jumlah barang buktinya ini ada meningkat sedikit dari yang berhasil diamankan oleh petugas pada tahun 2021 ada 4.307,36 gram sementara untuk tahun 2022 ada 4.641,67 gram atau naik sekitar 8 persen untuk barang bukti sabu-sabu,” jelasnya.

Baca Juga :  Avanza Hitam Tabrakan Beruntun dengan Dump Truck di Jalan Sengkawit

Lalu data penggunaan narkoba tersangka laki-laki paling banyak yakni sebanyak 115 orang dan wanita 2 orang.

“Kemudian miras yang berhasil diamankan ada 1.471 botol dan kami beberapa hari yang lalu berhasil mengungkap rencana peredaran obat-obatan berbahaya double L itu sebanyak 20 ribu butir. Jadi ini beberapa hari lalu kami peningkatan keamanan untuk mencegah terjadi hal tidak diinginkan pada malam pergantian tahun,” bebernya.

Lalu kasus yang paling menonjol kasus penyalahgunaan Narkoba berhasil diungkap personel Polres Bulungan kata Ronaldo terjadi pada bulan Mei.

Baca Juga :  Terkendala Vaksin Kosong, Belum Ada Pelayanan Booster Kedua

“Barang buktinya cukup besar sekitar 1 kilo, kemudian pada bulan Juli yang melibatkan ibu-ibu yang membawa anaknya lalu pada bulan November kemarin ini juga kami mengamankan tersangka MF yaitu jumlah barang buktinya cukup besar yang awalnya 78 gram kemudian dikembangkan dapat lagi 233 gram,” ungkapnya.

Hingga pengungkapan terakhir yang berhasil diamankan Polres Bulungan yakni rencana peredaran pil double L sebanyak 20 ribu butir.

“Bersama dengan 1.471 botol minuman keras sama ada dua jerigen besar ciu minuman beralkohol khas dari sini ini hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka operasi cipta kondisi kami dalam operasi lilin yang kami laksanakan dengan unsur TNI dan Satpol PP,” jelasnya.

Baca Juga :  Dengarkan Keluhan Warga Soal BLT hingga PKH, Mensos Risma Perintahkan Staf Ahli Tinggal di Desa Karang Agung

Sementara menurut hasil keterangan pelaku, kata Ronaldo, rencana mau mencoba mengedarkan di Kabupaten Bulungan pada malam pergantian tahun tapi gagal dilakukan dan tersangka sedang dalam proses hukum Polres Bulungan.

“Karena ancaman pidana nya kurang dari 5 tahun jadi tidak bisa ditahan tetapi proses pidana nya tetap kami lanjutkan berproses ada 3 orang. Jadi 1 orang yang terkait minuman kerasnya. 2 orang terkait obat berbahaya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *