BPBD Nunukan Catat Puluhan Bencana Sepanjang Tahun 2022

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, sepanjang tahun 2022 telah menangani puluhan kejadian yang terbagi dari sejumlah kategori bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan.

Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman mengatakan, pihaknya telah menangani 51 kejadian, dari sejumlah kejadian tersebut 20 di antaranya bencana alam.

“Untuk tahun ini paling banyak bencana alam yang terjadi mulai dari banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung,” ungkap Arief kepada benuanta.co.id, Kamis (29/12/2022).

Dibeberkannya, untuk bencana banjir, setidaknya dalam tahun ini telah terjadi sebanyak tujuh kali yakni di Kecamatan Krayan Timur, Kecamatan Krayan Tengah, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Krayan Induk.

Baca Juga :  PLBN Sebatik akan Beroperasi Bulan Ini, Dua Lainnya Masih Merangkak

Sementara itu, banjir tersebut telah terjadi sejak awal Januari dan terakhir itu akhir November 2022 lalu yang merendam Kecamatan Sembakung.

“Kalau untuk banjir sendiri yang paling besar itu merendam Kecamatan Lumbis, Sembakung dan Krayan Timur, bahakan di Karyan ratusan hektare pertanian masyarakat gagal panen lantaran terendam banjir,,” ungkapnya.

Arief mengatakan, sedangkan untuk bencana alam lainnya yakni puting beliung juga telah terjadi sebanyak tujuh kejadian di tahun 2022 dan bencana terparah terjadi di Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur yang mengakibatkan 14 jiwa terdampak dan dua rumah mengalami kerusakan berat, pada tanggal 2 Januari 2022 lalu.

Baca Juga :  Puluhan PMI Ditempatkan BP3MI Bekerja di Papua Nugini dan Jepang

Arief menerangkan, untuk bencana tanah longsor, kejadian paling parah terjadi di Kecamatan Krayan Selatan pada, September 2022 lalu yang memutus akses jalan utama warga menuju kecamatan lainnya di Krayan. Sedikitnya, 2.150 warga Krayan Selatan harus terisolir dari kecamatan lainnya lantaran putusnya akses jalan utama tersebut.

Selain sejumlah bencana alam tersebut, kejadian lainnya yang ditangani oleh BPBD Nunukan yakni diantarannya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebanyak delapan kasus, kebakaran permukiman warga sebanyak 12 kasus, konflik buaya dan manusia sebanyak enam kasus, orang tenggelam empat kasus, dan orang hilang sebanyak satu kasus.

Baca Juga :  Dilaporkan Hilang di Negaranya, Remaja Putri Asal Pakistan Hendak Dinikahi di Nunukan

Dijelaskannya, sejumlah kejadian tersebut dikatakan Arief lebih meningkat terjadi l di tahun ini jika dibandingkan dengan tahun 2021.

“Tahun ini ada 51 kejadian, sedangkan di tahun 2021 hanya 24 kejadian yang kita tangani,” jelasnya.

Ia menyampaikan, adapun sejumlah kejadian yang terjadi pada tahun 2021 yakni angin puting beliung empat kasus, bencana banjir sebanyak sembilan kasus, tanah longsor dua kasus, abrasi pantai dua kasus dan Karhutla tujuh kasus. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *