Tugas TGUPP Kaltara Berakhir 31 Desember, Laporan Akhir Tahun Segera Diserahkan ke Gubernur 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Masa tugas Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Kaltara akan berakhir pada 31 Desember 2022 mendatang.

“Karena tugas TGUPP per tahun diganti. Kalau diperpanjang saya tidak tahu,” ungkap Ketua TGUPP Kaltara, Bastian Lubis pada Rabu (28/12/2022).

Ia menegaskan Surat Keputusan (SK) TGUPP Kaltara diperbaharui setiap tahun.

“Iya setiap tahun ada perubahan, dan nanti kebijakannya dari pak gubernur nanti di lihat siapa yang aktif dan tidak. Sekarang anggota TGUPP Kaltara ada 11 orang,” sebutnya.

Baca Juga :  Dinkes Kaltara Kirim 6 Sampel Suspek Campak ke BKPK Jakarta

Kata Bastian Lubis, timnya yang beranggotakan 11 orang ini sudah bekerja sejak April 2022. Dalam menjalankan tugasnya, setiap bidang dianggapnya sudah bekerja sesuai kinerja masing-masing.

“Hanya 9 bulan. Memang kalau dilihat TGUPP kita di sini memang punya bidang masing-masing. Kalau saya di bidang pendidikan, kalau Gus Ari ini di bidang UMKM kalau pak Adri Patton bidang politik pemerintahan kalau Muklis Ramlan bidang anti korupsi,” jelasnya.

Baca Juga :  Realisasi APBN 2022 Lampaui Target, Angkanya Mencapai Rp 3,05 Triliun atau 92,99 Persen

Bahkan dalam waktu dekat, Bastian bersama tim TGUPP akan membuat laporan akhir tahun 2022 kepada Gubernur Kaltara.

“Tentang selama 9 bulan ini apa yang sudah diperbuat. Tugas utama TGUPP ini adalah membantu program Gubernur yang tersendat-sendat dan tim TGUPP sekarang sudah sangat cepat menjalankan program Gubernur karena sudah banyak bagian-bagiannya,” tuturnya.

Selama tahun 2022, Bastian mengaku TGUPP Kaltara telah menyelesaikan program kerja pada pendidikan dengan melakukan terobosan beasiswa gratis di Universitas Patri Artha Makassar.

Baca Juga :  Geilatkan UMKM, Belanja OPD Diwajibkan di E-Katalog

“Terobosan saya sudah membuat beasiswa gratis untuk 500 orang hanya 162 orang yang mengambil kuliah di Universitas Patri Artha

SPP semester satu hingga semester delapan tidak ada, uang pangkal gedung itu tidak ada yang ada hanya uang praktek dan uang seragam,” pungkasnya. (*) 

Reporter: Georgie Silalahi

Editor : Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *