Polisi Tangkap Tersangka Lain Dalam Kasus Pembunuhan Sadis di Nunukan, Ini Perannya

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kasus kematian wanita yang ditemukan dengan kondisi mengenaskan terbakar di dalam karung di depan APMS di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan memasuki babak baru.

Satu orang kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh MAA (26), seorang warga Jalan Ujang Dewa yang tak lain merupakan kekasih korban berinisial SU (21) warga Jalan Cik Ditiro, Nunukan Timur.

Keterlibatan pelaku lain yakni, SB alias UN (22), warga Jalan Manunggal Bhakti, Nunukan Timur ini terungkap setelah pelaku MAA membeberkan peran serta temannya tersebut dalam membeberkan aksi pembunuhannya tersebut.

Kapolres Nunukan, AKBP Ricky Hadiyanto melalui Kasat Reskrim Polres Nunukan Iptu Lusgi Simanungkalit menyampaikan, jika penangkapan terhadap SB setelah perannya diduga mengetahui sejak awal rencana pembunuhan yang akan dilakukan oleh MAA.

Baca Juga :  Selesai Jalani Hukuman di Barito Timur, Residivis Penggelapan Diciduk Ditreskrimum Polda Kaltara

“Sejak awal sebenarnya sudah kita ketahui peran SB ini, hanya kita tidak ingin gegabah langsung melakukan penangkapan, karena sebelum kita memegang alat bukti yang cukup kami juga tidak bisa secara langsung mengamankan yang bersangkutan,” ujar Lusgi kepada benuanta.co.id, Rabu (28/12/2022)

Diakui Lusgi, dalam mengungkap peran SB tersebut, polisi secara terus menerus menggali keterangan pelaku MAA agar mau menceritakan sejauh mana peran dan keterlibatan pelaku SB.

“MAA ini sempat ingin melindungi SB, karena yang bersangkutan memiliki istri dan anak kecil. Tapi setelah kita bujuk terus, akhirnya bercerita lah ini MAA bahwa untuk melancarkan aksinya ia dibantu oleh SB,” ucapnya.

Diketahui, akibat pertemanan keduanya dan diduga SB memiliki utang kepada MAA, SB pun mengiyakan permintaan MAA untuk menjemput korban SU dan mempertemukannya di salah satu lokasi yang telah disepakati keduanya.

Baca Juga :  Warga Krayan Apresiasi Satgas Pamtas Berikan Layanan Kesehatan Gratis

“Jadi SB sama MAA ini sudah menyepakati tempat untuk bertemu dan lokasi ini masih berada di seputaran Jalan Lingkar. Setelah sampai di tempat yang lumayan sepi, korban sempat bertanya kenapa aku diturunkan disini. Tidak lama muncul pelaku MAA yang langsung melakukan penganiayaan terhadap korban hingga membuat korban terjatuh ke tanah,” ungkapnya.

Melihat aksi penganiayaan tersebut, SB yang seharusnya melerai atau menghentikan perbuatan pelaku MAA, justru pergi meninggalkan keduanya dan memutuskan tidak menghubungi pelaku MAA.

“Karena dia ada disitu dan tidak ada upaya untuk menghentikan niat jahat MAA, artinya secara tidak langsung dia juga menghendaki adanya pembunuhan itu,” beber Lusgi.

Lusgi menerangkan, dengan dipenuhinya sejumlah bukti permulaan yang cukup, SB berhasil diringkus di kediamannya di Jalan Manunggal Bhakti pada Jumat (23/12/2022) lalu.

Baca Juga :  Satu DPO Kasus Pencurian Tertangkap di Belakang BRI, Judi Slot Jadi Alasannya

Saat diamankan, SB sempat bersikukuh tidak mengakui perbuatannya namun pada akhirnya ia mengakui bahwa ia yang menjemput SU atas permintaan MAA.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, SB memenuhi unsur dalam dugaan Pasal 340 KHUP yang mana pelaku secara sadar mengetahui niatan awal pelaku MAA dan memfasilitasi terjadinya pembunuhan tersebut.

“Karena SB ini bersifat pasif maka perannya masuk dalam kasus pembunuhan berencana. Saat ini pelaku SB telah kita amankan di Mapolres Nunukan guna proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.

Atas perbuatan keduanya, pelaku MAA dan SB terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat (3) KHUPidana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama-lamanya 20 tahun.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *