172 Personel Polda Kaltara Dapat Reward dan 2 Polisi Dipecat

benuanta.co.id, BULUNGAN – Puluhan personel Polda Kaltara baik kalangan pejabat utama maupun personel biasa mendapatkan ganjaran reward atau penghargaan dari Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya.

Kapolda mengatakan personel Polda Kaltara yang menerima penghargaan ini, merupakan personel yang berprestasi atas pencapaian yang maksimal baik di fungsi pembinaan maupun di fungsi operasional.

“Personel yang menerima penghargaan sebanyak 172 orang, saya ucapkan selamat,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Rabu 28 Desember 2022.

Dia menyebutkan penghargaan diberikan salah satunya terhadap pengungkapan kasus narkoba lintas negara jenis sabu seberat 30.721,01 gram, dengan tersangka warga negara Malaysia bernama Hafizi alias Hafiz dan Ahzal alias Tots.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Akademik, 170 Guru di Kaltara Kuliah S2

Kemudian personel yang berprestasi mengungkap penyelundupan narkoba jaringan internasional sebanyak 47 kilogram sabu di perbatasan Sebatik Tawau. Lalu kasus tindak pidana perdagangan dan TPPU serta pengungkapan tindak pidana ilegal mining di Kecamatan Sekatak.

“Atas prestasi tersebut, mereka layak mendapatkan penghargaan. Saya minta pertahankan dan tetap memotivasi diri untuk senantiasa berprestasi untuk memajukan polri,” tuturnya.

Baca Juga :  Disnakertrans Kaltara akan Selidiki TKA Masuk Tak Lengkapi Dokumen Bekerja

Selain reward, Kapolda juga memecat 2 orang personelnya berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena meninggalkan dinas selama tiga puluh hari secara berturut-turut atau disersi.

“PTDH ini atas nama Aipda Sudirman dan Bripka Mikael Rembon,” sebutnya.

Irjen Pol Daniel menjelaskan sebelumnya ke 2 orang ini sudah diberikan ruang dan waktu untuk merubah diri menjadi lebih baik untuk berdinas kembali. Namun tetap tidak mengindahkan instruksi dan aturan yang berlaku, sehingga hasil sidang kode etik memutuskan tidak layak untuk dipertahankan sebagai anggota polri.

Baca Juga :  Enam Kantor KPU di Kaltara, Baru Dua Bersifat Permanen

“Saya selaku pimpinan tertinggi di Polda Kaltara harus tegas menegakkan aturan, maka dengan sangat terpaksa harus diberhentikan secara tidak hormat,” terangnya.

Dia menambahkan hal ini merupakan usaha dan upaya untuk kebaikan institusi polri kedepannya dan secara khusus marwah Polda Kaltara tetap terjaga.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *