BPJAMSOSTEK Serahkan Klaim Kepada Masyarakat Sebanyak Rp 188 Miliar

benuanta.co.id, BULUNGAN – Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah (Depdirwil) Kalimantan, Rini Suryani lakukan kunjungan ke kantor Gubernur Kaltara, guna melaksanakan optimalisasi pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 serta penyampaian pelaporan pembayaran klaim jaminan kepada Pemerintah Provinsi Kaltara.

Di hadapan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Depdirwil Rini Suryani mengatakan kedatangan untuk monitoring dan menyampaikan evaluasi terkait pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) di Provinsi Kaltara.

“Kami apresiasi kepada bapak Gubernur Kaltara yang sudah mengoptimalisasikan program Jamsostek untuk masyarakat Provinsi Kaltara di tahun 2022 ini,” ucap Rini Suryani kepada benuanta.co.id, Senin 26 Desember 2022.

Dia menjelaskan saat pihaknya datang pertama kali ke Provinsi Kaltara, perlindungan BPJAMSOSTEK masih di angka 40 persen dan di hari ini telah mencapai angka 67,91 persen kenaikannya sangat signifikan sekali.

Baca Juga :  Isu Tabung Gas LPG Langka di Nunukan, Kabag PSDA Bilang Begini

“Dari angka 67,91 persen sebagai pekerja penerima upah dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang ada di Provinsi Kaltara sebanyak 242.482 orang. Untuk sektor bukan penerima upah berkisar 32,07 persen ini juga mengalami peningkatan, di mana awalnya angka 10,39 persen,” sebutnya.

Dia mengatakan perlindungan jaminan sosial untuk non ASN sebanyak 17.371 tenaga kerja. Hingga November 2022 dari angkatan kerja di Provinsi Kaltara berjumlah 242.482 itu terbagi dari pekerja formal sebanyak 116.119 orang dan pekerja informal atau masyarakat rentan sebanyak 106.363 orang.

Baca Juga :  Subsidi Ongkos Angkut di Nunukan Berjalan Lancar

“Yang sudah dilindungi negara dari tenaga non ASN sebanyak 17.371 orang, lalu sebanyak 32.000 masyarakat rentan ini sumbernya dari sumber mandiri mendaftar ke kita ada 6.000 orang, agen perisai sebanyak 20.000 orang, CSR perusahaan sebanyak 3.000 orang, melalui bapak asuh pekerja sebanyak 1.000 orang,” paparnya.

Dia menjelaskan jika bapak asuh pekerja ini merupakan pilot project yang dilaksanakan oleh ASN di Kota Tarakan untuk melindungi satu pekerja rentan. Kemudian yang berasal dari APBD sebanyak 2.045 orang di Tarakan untuk nelayan.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Sebut Izin Pendirian SPBU Kewenangan Pertamina

“Hari ini kita juga serahkan dari Bank Syariah Indonesia sebanyak 200 orang untuk pekerja rentan di Bulungan,” tuturnya.

Rini Suryani memaparkan, pada hari ini pihaknya bersama Gubernur Kaltara kembali menyerahkan santunan manfaat program secara simbolis kepada 16.989 peserta maupun ahli warisnya dengan total nominal sebesar Rp 188.561.371.960 dan manfaat beasiswa sebesar Rp 1.219.700.000.

“Sedangkan untuk menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) oleh pemerintah dan untuk penerima BSU di Provinsi Kaltara adalah sebanyak 38.219 tenaga kerja yang sudah tersalurkan dengan nominal Rp 22.931.400.000,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *