Korban Jatuh dari Perahu Ketinting Ditemukan, Baju Tersangkut di Mesin Ketinting

benuanta.co.id, TARAKAN – Setelah 7 hari pencarian akhirnya korban Nasyudin atau Pakcik Ali alias Udin ditemukan tim penyelamatan gabungan. Awalnya informasi penemuan korban dari nelayan yang melintas dan langsung melaporkan ke personel Polairud Polda Kaltara yang secara kebetulan tengah melakukan patroli.

Kasubdit Patroli Airud Polda Kaltara, AKBP Suryanto membenarkan bahwa pihaknya tengah melaksanakan patroli dan mendapati informasi dari masyarakat jika terdapat jasad yang menyangkut di jaring.

“Informasinya ada mayat menyangkut di jaring dan akhirnya personel yang patroli menuju ke TKP yang dimaksud,” ucapnya saat dihubungi Benuanta, Kamis (22/12/2022).

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Ia menguraikan kurang lebih 30 menit lamanya pihaknya melakukan pencarian terhadap titik lokasi korban sebelum akhirnya ditemukan. Setelahnya pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas serta unsur lainnya untuk menuju lokasi.

Baca Juga :   

“Karena korbannya nyangkut dijaring dan mesin ketintingnya itu kayaknya masih nyangkut dengan korban. Tadi kita langsung evakuasi, karena kita tidak bisa sendiri akhirnya Basarnas juga datang,” bebernya.

Baca Juga :  Baznas Tarakan Siapkan 20 Outlet Pembayaran Zakat

Kondisi terakhir korban disebutkan AKBP Suryanto sudah tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke RSUD bersama pihak keluarga korban.

Sementara itu, Kasi Ops dan Kesiapsiagaan Basarnas Tarakan, Dede Hariana mengatakan korban ditemukan sejauh 14 nautical mile dari TKP terjatuhnya korban. Adapun penemuannya masih berada di wilayah perairan Pulau Keciak.

“Kondisi korban bajunya terlilit dengan mesin propeller atau mesin yang ada pada ketintingnya, jadi kita evakuasinya agak susah,” tukasnya.

Dede mengatakan di hari ini tepat hari ke tujuh pencarian korban, tadinya pencarian akan dihentikan namun korban ditemukan pukul 12.15 WITA. Saat pencarian selama 7 hari pihaknya juga menggunakan alat yakni Echosounder untuk mendeteksi satu keadaan di dasar laut.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

“Sejauh itu kita gunakan di hari pertama, tapi di hari kedua sudah tidak efektif. Korban tidak ada luka cuma menyangkut di mesin bajunya. Saat evakuasi kita juga butuh tenaga extra, kita sempat potong bajunya agar terlepas dari lilitan bajunya,” pungkasnya.

Dengan ditemukannya korban, Tim Basarnas Gabungan resmi menutup operasi SAR pada 13.30.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *