benuanta.co.id, NUNUKAN – Peredaran narkotika di perbatasan Indonesia-Malaysia terus menjadi ancaman bagi semua kalangan. Termasuk di Kabupaten Nunukan yang banyak ditemukan penyelundupan narkotika.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Emmanuel Henry Wijaya, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima pengajuan rehabilitasi terhadap anak-anak. Kendati demikian, bukan berarti anak-anak bebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Untuk gejala-gejala anak-anak yang terlibat dengan kasus narkoba itu sudah ada,” kata Emmanuel, Sabtu (10/12/2022).
Walaupun BNNK Nunukan belum memiliki data, namun kata Emmanuel, ada anak yang terlibat dengan kasus karkoba, perlakuan anak dalam kasus narkoba itu sangat berbeda. Sehingga peran orang tua untuk lebih peduli terhadap anak-anaknya sangat dibutuhkan.
“Ada pasal yang mengatakan, ketika anak terlibat narkotika orang tua tidak mengetahuinya maka orang tuanya dikenakan pidana juga,” jelasnya.
Dewasa ini, tingkat penyalahgunaan narkoba makin marak menyerang korban yang berusia produktif.
Perkembangan anak-anak dan remaja yang sehat dan aman dapat mendukung mereka dalam mewujudkan bakat dan potensi sehingga dapat memberikan kontribusi kepada komunitas dan masyarakat.
“Pencegahan yang efektif berkontribusi secara signifikan terhadap keterlibatan positif anak-anak, remaja, dan orang dewasa dengan sekolah, tempat kerja, dan masyarakat terutama di lingkungan keluarga,” tandasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







