Sempat Terjadi Kemacetan, Mahasiswa Sesalkan Skema Lalu Lintas

benuanta.co.id, TARAKAN – Aksi demo yang digelar oleh Aliansi Desember Melawan membuat kemacetan pada sejumlah titik. Mahasiswa pun memberikan kritikan terhadap pihak kepolisian karena dianggap tak bisa mengurai titik kemacetan yang terjadi.

Presiden Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, Ainuliansyah mengungkapkan sebelumnya di dalam orasi, pihaknya telah menyampaikan kekecewaan terhadap Polres Tarakan yang membiarkan kemacetan terjadi.

“Seyogyanya kemacetan bukan kami yang lakukan, ini bisa terjadi karena tidak ada manajemen resiko yang disiapkan, dan pada saat saya komunikasikan pun jawaban yang saya terima normatif,” bebernya, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga :  Ombudsman Angkat Bicara Wacana Pusat Pemerintahan Tarakan Pindah ke Wilayah Utara

Menurut Ainul, saat mahasiswa memblokade jalan harusnya pihak Satlantas membentuk mekanisme untuk menguraikan kemacetan, simulasi lalu lintas misalnya.

“Justru dibiarkan macet, jadi menimbulkan gesekan horizontal antara mahasiswa dan masyarakat, tapi ini saya rasa evaluasi. Saya sangat kecewa atas sikap Polres Tarakan yang membiarkan kemacetan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, pada tiga hari lalu pihaknya telah melayangkan surat izin ke Polres Tarakan dengan harapan aksi demo dapat dikawal sampai dengan akhir.

Baca Juga :  Harga Telur di Pasar Gusher Tarakan Naik Bertahap Jelang Imlek dan Ramadan

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandi melalui Wakapolres Tarakan, Kompol Ariantoni menegaskan kemacetan yang terjadi karena miskomunikasi karena rekan-rekan mahasiswa yang langsung menutup jalan.

“Seperti kita lihat macet juga sebentar saja, karena pertemuan dua arah dari arah Gitajalatama dan arah Kampung Bugis, tidak juga panjang antreannya,” urainya.

Adapun pada pengamanan hari ini pihaknya mengerahkan sekitar 300 personel. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan yang terjadi.

Baca Juga :  FPI Tarakan Dukung Kamtibmas Selama Ramadan, Akan Patroli Keliling

“Kami sudah siapkan tempat aksi di dalam depan kantor DPRD tiba-tiba saja aksinya di tengah jalan yang akhirnya mengganggu jalan. Kami juga tidak larang, kami fasilitasi saja tapi perlahan-lahan kita uraikan arusnya,” tandas perwira melati satu itu. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *