Salah Paham Kepada Calon Suami Iparnya, Penganiayaan Berujung RJ

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Dahang alias Sappe kepada Heriadi berujung pemberhentian hukuman (restorative justice) di Kejaksaan Negeri Tarakan. Dahang alias Sappe diduga melakukan pemukulan karena kesalahpahaman terhadap Heriadi yang merupakan suami dari sepupu istrinya.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan, Adam Saimima melalui Kanit Pidana Umum, Muhammad Sulaiman Mae menerangkan kronologis kejadian yang terjadi pada 26 Oktober 2022 lalu. Awalnya Heriadi saat itu tengah duduk di depan teras bersama Reni, calon istrinya (saat ini sudah istri), namun terjadi kesalahpahaman saat Dahang memergoki keduanya. Lalu tanpa rasa sungkan, Dahang langsung berdiri di depan Heriadi dan memarahinya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Kerahkan Cyber Patrol Berantas Judol

“Saksi Heriadi langsung berdiri dan mencoba menjelaskan kepada Dahang apa yang terjadi dan terjadilah adu mulut yang membuat Dahang mengayunkan tangannya dan mengenai bagian kepala sebelah kiri Heriadi,” terangnya, Kamis (8/12/2022).

Hal itu membuat Heriadi jatuh dan Reni panik sehingga mencari bantuan. Ia melanjutkan, Heriadi pun kembali berdiri dan masih berusaha menjelaskan kepada Dahang namun malah kembali mengayunkan tangannya dan mengenai kepala bagian kiri Heriadi sebanyak lima kali.

“Sebab melakukan penganiayaan karena Dahang emosi melihat Heriadi berduaan dengan sepupu dari istrinya, padahal Heriadi ini calon suaminya Reni,” tuturnya.

Baca Juga :  Air Dikeluhkan Keruh, PDAM Tarakan Beri Penjelasan

Kasus ini pun sempat bergulir di Polsek Tarakan Timur. Heriadi juga mengalami memar di bagian kepala sebelah kiri. Heriadi juga sempat divisum oleh kedokteran pada 27 Oktober 2022 lalu.

Pada Kamis, 8 Desember 2022 Kejaksaan Negeri Tarakan melakukan penghentian tuntutan kepada Dahang. Hal ini juga telah melalui mediasi dengan pihak-pihak terkait.

“Saya berpesan kepada Dahang supaya kejadian ini tidak terulang karena kalau terulang ya pasti diproses lagi, dipenjarakan oleh jaksa sesuai tuntutan jaksa dan majelis hakim,” bebernya.

Adapun Pasal yang sempat disangkakan adalah Pasal 351 Ayat 1 KUHPidana. Terdapat pula pertimbangan dari penghentian tuntutan ini di antaranya Dahang merupakan tersangka yang baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman dari Pasal yang disangkakan di bawah lima tahun, serta Dahang telah berjanji dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga :  DPMPTSP Targetkan Investasi di Tarakan Capai Rp 13 Triliun Tahun Ini

Sebelumnya pun Dahang telah menjalani proses hukuman serta penyelidikan. Saat ini Dahang telah resmi bebas dengan memegang teguh komitmennya tidak mengulangi perbuatannya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2656 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *