PLN Beberkan Kemampuan Daya Listriknya, Andalkan Mesin Bahan Bakar Gas Dibekap Diesel

benuanta.co.id, TARAKAN – PLN UP3 Kaltara membeberkan daya listrik maksimum yang dimiliki untuk menopang pelanggan di Tarakan sebesar 44,2 megawatt. Sementara beban puncak yang pernah dialami PLN 40,8 megawatt. Artinya masih aman daya listrik dari defisit daya bagi pelanggan.

“Atau 42,2 mw atau Megawatt. Nah untuk beban puncak itu kalau masyarakat menyalakan semua lampu-lampunya menyala beban puncak tertinggi yang kita tempuh itu diangka 40.800 kw atau 40,8 mw. Jadi sebenarnya masih ada cadangan 2,7 mw atau 2.700 kw,” ungkap Manager PLN UP3 Kaltara Aditya Darmawan, Rabu (7/12/2022).

Bahkan Aditya Darmawan mengatakan total pengguna layanan listrik di Kota Tarakan mencapai 70 ribu pelanggan. “Total jumlah pelanggan listrik di Tarakan itu 70.251,” jelasnya.

Baca Juga :  Awal Tahun 2026, Angkutan Udara Penyumbang Terbesar Deflasi di Tarakan

Berdasarkan data terkini tentang penggunaan arus listrik oleh masyarakat Aditya Darmawan mengatakan sudah berdiskusi dengan Ombudsman Kaltara.

“Salah satunya kemarin dalam meminta pembangkit itu supaya tetap handal kami juga meminta bantuan dengan Ombudsman terkait dengan surat menyurat untuk meminta Tarakan ini ditambahkan pembangkitnya dan alhamdulillah sudah masuk 2 mega. Tapi masih membawa surat itu untuk menambah lagi supaya investor bisa banyak lagi,” jelasnya.

Adapun penambahan tenaga pembangkit listrik sebesar 2 Megawatt, kata Aditya Darmawan berbahan bakar diesel. “Yang 2 mw itu diesel,” ucapnya.

Tak hanya itu, kata Aditya Darmawan kalau pembangkit listrik gas di Tarakan gangguan, akan berpindah ke diesel.

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Catat 86.487 Layanan Adminduk Sepanjang 2025

“Kalau tidak cukup, kita akan matikan pembangkit listrik di industri, jadi kami maksimalkan pengaturannya supaya listrik pemukiman tidak padam,” bebernya.

Sebagai informasi secara rinci kalau pembangkit listrik tenaga diesel di Kota Tarakan, kata Aditya Darmawan mencapai 11.900 kw. “Yang gas 32.300 kw,” tuturnya.

Lebih lanjut, Aditya menjelaskan jika terjadi gangguan pada pembangkit listrik diantara bahan bakar diesel atau gas.

“Kalau posisinya gangguan, Tarakan saat ini didominasi pembangkit gas sehingga  tergantung dari PEP Bunyu itu di sekitar 5,5 mmscfd itu satuannya, terus dari Medco 0,3 sampai 0,4 mmscfd,” tuturnya.

Lalu kalau pembangkit listrik berbahan bakar gas mengalami gangguan, menurutnya berpotensi defisit atau padam.

Baca Juga :  Tambah 2 Unit X-Ray, Pelindo Perkuat Deteksi Barang Terlarang di Pelabuhan Malundung

“Dulu kan pernah sempat padam yang kita pernah kirim surat pemadaman bergilir itu cuman sehari dan tidak lama-lama sampai dua atau tiga hari. Tapi sekarang kalau saat defisit kami minta pada industri besar di Tarakan itu memakai gensetnya masing-masing,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya menjelaskan sudah ada perjanjian kerja sama SPPJTL antara PLN dengan pelanggan listrik.

“Terutama pelanggan besar, jadi kalau misalkan kondisinya defisit kita sepakat untuk mementingkan kepentingan masyarakat umum. Kami mengeluarkan sistem dari pelanggan besar industri dan menginformasikan industri memakai genset mereka pembangkit sendiri,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *