Bejat! Kakek 60 Tahun Diduga Setubuhi Dua Cucunya Sejak Tahun 2019

benuanta.co.id, NUNUKAN – Perbuatan tak senonoh dilakukan seorang pria berinisial JLN, warga Kecamatan Sebuku, Kabupeten Nunukan terhadap kedua cucunya yang masih di bawah umur. Pria yang berusia 60 tahun tersebut tega menyetubuhi Mawar (16) dan Melati (14), bukan nama sebenarnya.

Aksi Keji yang dilakukan oleh sang kakek terungkap, setelah Mawar menceritakan kepada gurunya di sekolah bahwa ia telah menjadi korban pemuas nafsu bejat dari kakek kandungnya.

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto, melalui Kasi Humas Polres Nunukan IPTU Siswati mengatakan diketahui pelaku JLN, istri pelaku dan kedua orang korban yakni Mawar dan Melati tinggal satu rumah.

“Kedua korban ini sepupu, jadi orang tua korban Mawar sedang berada di Malaysia, sedangkan orang tua dari si Melati sedang berada di Berau,” kata Siswati kepada benuanta.co.id, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga :  Satu DPO Kasus Pencurian Tertangkap di Belakang BRI, Judi Slot Jadi Alasannya

Siswati mengatakan, diketahui korban Mawar yang saat ini tengah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah tinggal dengan pelaku sejak ia kelas satu Sekolah Dasar (SD). Sementara itu untuk Melati yang saat ini statusnya pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melati dibawa oleh Pelaku dari Sulawesi Selatan pada Mei lalu, dengan alasan akan menghadiri pernikahan kakaknya di Berau.

Diungkapkannya, pelaku pertama kali melakukan aksi bejat tersebut kepada Mawar pada sudah dilakukan sejak empat tahun yang lalu yakni tahun 2019 pada pertengahan bulan Oktober 2022.

Baca Juga :  Laka Maut Depan Gudang, Polisi Sebut Sopir Truk Lalai Akibat Manuver Spontan

Bahkan, sangking berulang-ulang kalinya, Mawar sampai lupa sudah berapa kali sang Kakek menyetubuhinya, pelaku melakukan aksi tersebut di kamar korban.

Semantara itu, Siswati mengatakan untuk korban kedua yakni Melati, pertama kali disetubuhi kakeknya pada tahun 2021 hingga di bulan November tahun 2022 ini.

“Kejadian tak terpuji ini terungkap, setalah guru korban Mawar melaporkan kejadian tersebut ke Sekretaris Camat, lalu Ibu Sekcam melaporkan ke Polsek Sebuku pada Kamis, (24/11/2022) lalu,” ungkapnya.

Siswati menyampaikan, untuk melancarkan perbuatan bejatnya, pelaku selama ini melakukannya dengan cara selalu memaksa kedua korban untuk memenuhi hasratnya. Bahkan tak jarang, pelaku nekat memukul korban dengan menggunakan kayu agar korban bersedia melayaninya.

“Karena sering dipaksa dan dipukul, korban trauma, merasa tertekan, takut hingga akhirnya korban Mawar memberikan diri curhat dan menceritakan kejadian tersebut ke gurunya,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Kasus Laka Maut Depan Gudang Barang Gunung Belah, Kecepatan Motor dan Manuver Truk Disorot

Diutarakan Siswati, saat ini Pelaku sudah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Sebuku dan telah dibawa ke Mako Polres Nunukan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Pelayanan Permpuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nunukan.

“Saat ini Unit PPA bersama dengan Dinas Sosial Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, melakukan pendampingan terhadap korban dalam melakukan VER serta melakukan BAP terhadap saksi korban,” pungkasnya.

Pelaku disangkakan pasal 81 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *