Tantangan Seorang Guru Kian Berat Mencerdaskan Anak Bangsa

benuanta.co.id, NUNUKAN – Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Di Kabupaten Nunukan setiap sekolah menggelar upacara seperti di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Nunukan, Jumat (25/11/2022).

Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Nunukan Mardiono, mengatakan seiring berjalanya waktu dan perkembangan teknologi tantangan seorang guru akan semakin berat dalam membina serta memberikan pendidikan kepada siswanya di sekolah.

“Karena tantangan kita itu bukan dari kebodohan anak-anak saja, karena kebodohan itu punya kemiskinan, tapi juga kita krisis akhlak yang harus berlawanan dengan dunia maya, belum lagi ditambah dengan kenakalan remaja,” kata Mardiono, kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Masih Menunggu Petunjuk dari Kejati, Sidang Tuntutan Sabu 47 Kg Ditunda

Sehingga seorang guru harus tetap tangguh dan tetap berjuang, karena seorang guru masih tetap dibutuhkan ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan pendidikan.

Dalam membimbing anak-anak juga harus bersabar, mengingat tantangan seorang guru ini bukan semakin kecil tapi semakin besar itu yang harus diminimalisir untuk menuju Indonesia emas di 2024 mendatang.

“Kami juga berusaha walaupun berada di wilayah perbatasan tetap semangat untuk menghadapi tangan tersebut,” jelasnya

Baca Juga :  Hujan Deras, Air Genangi Dua Rumah dan Kampus Poltek Nunukan

Selain itu, agar tidak terjadi kekerasan dalam mengajar, menurut Mardiono, terkadang anak-anak didik ini membuat guru kesal, disitulah para guru di uji, sehingga dia berharap kepada guru agar tetap sabar, karena suka tidak suka namanya anak-anak ada saja perilaku yang kurang baik. Disitulah letak kesabaran di uji.

Guru juga bukan malaikat terkadang bisa saja hilaf dan sebagainya mohon juga untuk dimaafkan. “Kami juga manusia biasa, kami Sedaya upaya berusaha tetap menjadi yang terbaik di anak-anak siswa kami tetap sabar dan ikhlas dalam mengajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Desa Atap dan Sekitarnya Lagi-Lagi Terendam Banjir

Tetap semangat meskipun berada di perbatasan bukan berarti tidak bersumbangsih untuk negara, harus tetap semangat, mengingat tantangan semakin berat.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *