Kasus Dugaan Pungli di KSOP Tarakan Masih Terus Bergulir di Tangan Penyidik

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh salah satu oknum pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan masih terus bergulir dalam penyidikan.

Setelah sebelumnya, pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara meminta keterangan kepada 50 agen kapal. Tak hanya itu pihak penyidik juga melakukan pendalaman terhadap penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Direktur Krimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Hendy Kurniawan menjelaskan telah terdapat 4 buku rekening yang berhasil pihaknya sita. Pihaknya juga tengah menelusuri aliran rekening masuk dan keluar yang ada di rekening sekaligus menelusuri aliran dana yang ada di rekening IS.

Baca Juga :  Awas! Merokok di Jalan Bisa Kena Denda Loh

Ia menegaskan IS diketahui telah menjabat sejak 2021 lalu dan telah beberapa kali melakukan pungli terhadap agen kapal.

“Kepala KSOP yang lama dan baru juga kami minta memastikan apakah ada aliran dana pungli mengalir ke pihak lain yang terlibat,” tegasnya, Jumat (25/11/2022).

Tak hanya itu, ia juga mengatakan akan ada beberapa staff dan kepala seksi akan kami periksa nanti. Saat ini juga pihaknya fokus terkait mekanisme yang dilakukan dan tidak dilakukan pada penerbitan Warta Kedatangan dan Warta Keberangkatan Kapal SBP.

Baca Juga :  Ketangkap Basah Hendak Mencuri Dalam Rumah, Remaja Ini Berurusan dengan Polisi

“Pemanggilan sekitar 50 agen kapal berdasarkan data yang kami miliki, dari hasil penggeledahan maupun data pembuktian lainnya yang ditemukan di rumah IS,” tuturnya

Adapun dari kasus dugaan pungli penerbitan SPB ini, IS merupakan tersangka tunggal yang menjabat sebagai Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut (Lala) Kantor KSOP Kelas III Kota Tarakan.

Baca Juga :  Polisi Dalami Kasus Laka Maut Depan Gudang Barang Gunung Belah, Kecepatan Motor dan Manuver Truk Disorot

Perwira melati tiga itu menyebut terdapat sekitar 10 orang yang diperiksa dari lingkungan KSOP.

“Kalai berpotensi ada pihak lain yang memang berdasarkan pembuktian terlibat, maka kami akan gelarkan kasusnya untuk menentukan status tersangkanya,” ungkapnya.

Kalau yang dua orang staff lainnya, yang diamankan bersama IS sebelumnya masih berstatus saksi. Keterlibatan instansi lain juga belum diketahui, proses penyidikan masih berjalan,” lanjutnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *