Ancaman Busur Kian Meresahkan di Makassar, Kapolrestabes Pastikan Tindak Tegas

benuanta.co.id, Makassar – Ancaman senjata tajam jenis busur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan kian meresahkan dan marak dialami masyarakat belakangan ini, baik di ruang publik maupun di warung – warung kopi. Menyikapi itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto memastikan anggotanya akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Kalau memang itu membahayakan nyawa masyarakat ataupun petugas, kita mengambil langkah tindakan tegas terukur. Termasuk kegiatan preventif kita akan masifkan pendidikan akhlak. Sosialisasi tentang bahayanya busur itu di sekolahan, di kampus, di masjid, di gereja, itu kita akan masifkan,” katanya kepada wartawan, Kamis, (24/11).

Baca Juga :  Antisipasi Cuaca Ekstrem di Sulsel, Pesawat Cessna Grand Caravan 11 Hari Halau Awan

Terkait penggunaan busur untuk membela diri, kata, Kombes Pol Budi Haryanto kembali melihat terhadap peristiwa yang terjadi. ” Kalau memang itu membela diri pasti akan keluar atau lepas dari jerat hukum,” ucapnya.

Diketahui, Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan dengan fenomena ancaman busur yang kian marak dialami masyarakat, telah mengeluarkan maklumat tentang pengharaman busur. Baik memproduksi, membawa dan menggunakan senjata tajam busur untuk meneror dan melukai orang lain.

Baca Juga :  Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Sarat Kepentingan Politik

Ketua MUI Sulsel Najamuddin mengatakan, Islam melarang penggunaan senjata tajam untuk melukai orang. Itu memiliki dalil yang tertuang di beberapa hadits.

Sehingga keluarnya maklumat tersebut mengacu pada fenomena yang terjadi belakangan ini, marak penggunaan senjata tajam busur mengancam warga di Sulsel, khususnya Makassar, Gowa dan Maros.

Aksi penyerangan menggunakan busur, terjadi hampir di seluruh ruang-ruang publik, seperti di jalan raya hingga warung kopi (warkop). Sementara pelaku rata – rata merupakan anak remaja.

“Aksi teror tersebut menimbulkan keresahan, ketakutan dan kepanikan di tengah masyarakat. Bahkan, telah mengakibatkan korban jiwa, luka cacat dan kerugian materi,” kata Najamuddin.

Baca Juga :  Berkas Perkara Terduga Pelaku Utama Pembunuhan Anak di Bawah Umur di Makassar P21

Sementara Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakry Lc MA mengatakan, maklumat tentang busur ini dikeluarkan dengan berbagai pertimbangan. Termasuk membantu pemerintah untuk mewujudkan harmoni di tengah masyarakat.

Sehingga MUI turut andil untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang mengganggu keamanan masyarakat.

“Semoga dengan maklumat ini bisa menjadi dasar Pemerintah kita untuk melakukan langkah-langkah tegas. Semoga ke depan, masyarakat kita lebih baik,” ujarnya belum lama ini.(*)

Reporter: Akbar

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *