KPPBC Nunukan Musnahkan Berbagai Barang Ilegal Senilai Rp 861 Juta

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan melaksanakan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) pada Kamis, 24 November 2022.

Plh. Kepala KPPBC Nunukan, Agus Cahyono mengatakan barang ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh KPPBC Nunukan dengan melakukan sinergi dengan Satgas Pamtas RI-MLY, Polres Nunukan, KSKP Nunukan dan Lanal Nunukan.

“Seluruh barang yang kita musnahkan hari ini merupakan hasil pendidikan periode tahun 2020 sampai dengan November 2022,” ujar Agus Cahyono kepada awak media, Kamis (24/11/2022).

Diungkapkannya, sebelum dimusnahkan barang-barang hasil sitaan tersebut telah mendapatkan persetujuan untuk dilakukan pemusnahan oleh Menteri Keuangan berdasarkan Surat Persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tarakan Nomor: S-26/MK.6/KNL. 1303/2022 tanggal 15 November 2022 dan S-27/MK.6/KNL.1303/2022 tanggal 15 November 2022.

Baca Juga :  Kejari Nunukan Tetapkan Dua ASN Ini Sebagai Tersangka Baru Tipikor Septic Tank

“Untuk barang ilegal yang dimusnahkan yakni minuman keras, kosmetik, obat-obatan, ballpres, tas, sepatu, dompet, termos air, dan hasil tembakau,” katanya.

Dibeberkannya, untuk minuman mengandung Etil Alkohol terdiri dari berbagai merek yakni Guinness, Beer Bintang, Black Jack dan berbagai merek lainnya dengan total sebanyak 1.068 Botol, 788 Kaleng dan 11 Jeriken.

Sedangkan untuk hasil tembakau bermerek, yakni merek SP86, Luffman, Coffee Stik dan berbagai merek lainnya sebanyak 43.837 batang. Lalu, kosmetik dengan berbagai merek yang tidak memiliki izin BPOM sebanyak 200 set dan 7.866 pcs.

Baca Juga :  Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Penghubung Krayan Selatan dan Krayan Induk Kembali Longsor

Selian itu, lanjut Agus, turut dimusnahkan obat-obatan dengan berbagai merek yang tidak memiliki izin BPOM sebanyak 192 pcs, lalu ballpress atau pakaian bekas sebanyak 48 karung dan  tas, dompet, sepatu dan termos sebanyak 100 pcs.

Dijelaskannya, untuk pemusnahan minuman mengandung etil alkohol dan kosmetik dilakukan dengan cara dihancurkan atau dilindas menggunakan roller.

Sedangkan untuk hasil tembakau, dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara untuk obat-obatan dan ballpress dimusnahkan dengan cara dipendam dalam tanah.

“Kalau untuk tas, dompet, sepatu dan termos kita musnahkan cara dipotong-potong,” katanya.

Dari sejumlah barang yang dimusnahkan tersebut, Agus mengutarakan potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari hasil penindakan barang-barang tersebut setelah dilakukan perhitungan sebesar Rp 861.851.720.

Baca Juga :  Skincare Ilegal Sering Masuk di Tarakan, BPOM: Tersangka Utama Pakai Nama dan Nomor Palsu

“Tentunya ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk menjalankan fungsi Bea dan Cukai sebagai community protector, dalam menjaga wilayah perbatasan dan melindungi masyarakat dari penyelundupan atau perdagangan illegal yang memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Nunukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pemusnahan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ketentuan Kepabeanan dan Cukai.

“Ke depannya kita berharap dapat semakin memperkuat sinergi dengan seluruh unsur instansi pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk menangkal masuknya barang-barang berbahaya yang berasal dari luar negeri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 9 =