2 Tahun Jalin Kerja Sama, Guru Besar UBT Bawa Materi Pengembangan Metode PBL ke Faculty of Law Maastricht University

benuanta.co.id, TARAKAN – Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H menuturkan beberapa waktu telah melaksanakan Program Legal Education, Ethics, and Profesionalism (LEAP) di Faculty of Law Maastricht University, Netherlands pada tanggal 6-18 November 2022.

“Itu program kerja sama kita sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun dengan Maastricht University di Belanda, salah satu perguruan tinggi besar di Belanda khususnya fakultas hukum,” ucapnya Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut, kata Prof Dr Yahya ada banyak program yang telah terjalin begitu lama dengan Faculty of Law Maastricht University, Netherlands.

“Misalnya join soal jurnal, kemudian dosen tamu jadi mereka mengajar di Universitas Borneo Fakultas Hukum, terakhir kemarin pada saat eksit program setelah 2 tahun itu evaluasi. Saya diundang ke Faculty of Law Maastricht University, Netherlands,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pidana Kirim Barang Farmasi Ilegal Tanpa Izin Edar Bisa Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 1,5 M

Tak hanya itu, Ia menuturkan ada salah satu dosen Fakultas Hukum UB Tarakan dapat fasilitas pelatihan di Faculty of Law Maastricht University, Netherlands.

“Mengenai metode Problem Based Learning (PBL) jadi metode pembelajaran yang memang dikembangkan di Faculty of Law Maastricht University, Netherlands khususnya pelajaran Hukum,” ujarnya.

Jadi tujuan pembelajaran metode Problem Based Learning (PBL) agar mahasiswa yang sedang belajar hukum bisa menyelesaikan permasalahan kasus-kasus secara baik.

“Jadi sehingga memiliki pengetahuan yang tidak hanya satu arah tetapi itu juga bisa konferhensif pengetahuannya. Oleh karena itu dosen kami dilatih, supaya dia juga akan bisa melatih di tingkat Fakultas Hukum dan sebenarnya Fakultas Hukum Borneo sudah go internasional dan kita juga sudah mampu di forum forum internasional salah satunya itu tadi dilatih oleh profesor dari Belanda Faculty of Law Maastricht University, Netherlands,” bebernya.

Baca Juga :  Kurangnya Suplai Sapi Pengaruhi Peredaran Daging Ilegal

Kemudian pihaknya juga menjelaskan UB Tarakan di Faculty of Law Maastricht University, Netherlands punya peran sangat penting.

“Kita juga dalam beberapa aspek berkontribusi berdiskusi, karena saya juga mengikuti sit posium di sana menjelaskan Fakultas Hukum Universitas Borneo,” tuturnya.

Bahkan rencana ke depan, Ia mengatakan sudah ada terjadi kesepakatan kerjasama lebih lanjut setelah 2 tahun sebelumnya.

“Intinya adalah bagaimana ke depan ada join research jadi kerja sama penelitian, kerja sama pengabdian, kemudian pengembangan dosen, pengembangan sumber daya manusia yang memang bisa kita lakukan antara Faculty of Law Maastricht University, Netherlands dan Fakultas Hukum UB Tarakan,” katanya.

Baca Juga :  Perbaikan telah Rampung, BPPW Kaltara Hibahkan 8 Sekolah Kembali ke Kabupaten Bulungan

Sementara itu, Prof. Dr Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H berharap mahasiswa Fakultas Hukum UB Tarakan pada masa mendatang punya visi pengetahuan kompetensi terbaik.

“Karena mereka bisa melihat perkembangan lalu berinteraksi dengan profesor luar negeri dan yang paling penting itu juga menjadi modal membangun Kalimantan Utara dan saya kira ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia di Kaltara sesuai yang digaungkan pemerintah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + three =