Kejari Nunukan Tetapkan Dua ASN Ini Sebagai Tersangka Baru Tipikor Septic Tank

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pasca menetapkan empat orang tersangka pada Senin (17/10) lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menetapkan dua orang tersangka baru pada perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pelaksanaan kegiatan Pembangunan Septic Tank pada Selasa, 22 November 2022.

Kepala Kejari Nunukan, Teguh Ananto mengungkapkan Kejaksaan Negeri Nunukan melalui Tim Jaksa Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nunukan, berdasarkan surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Nomor Sprint-01/0.4.16/Fd.1/04/2022 telah melaksanakan penetapan dan penahanan terhadap dua orang dugaan tersangka Tipikor kegiatan Pembangunan Septic Tank Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2018, 2019, dan 2020.

Baca Juga :  Masuk Secara Ilegal, WNA Malaysia Di-blacklist Masuk Indonesia Selama 2 Tahun

“Hari ini kita resmi menetapkan dua tersangka baru sebagaimana Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor Print- 35,36/0.4.16/Fd.1/11/2022 Tanggal 22 November 2022,” ujar Teguh Ananto kepada benuanta.co.id, Selasa (22/11/2022).

Diungkapkannya, kedua tersangka baru yang ditetapkan yakni ZS, Laki-laki sebagai PPTK pada kegiatan tahun anggaran 2018, lalu tersangka E, perempuan sebagai mantan Kepala Bidang PKP pada DPUPRPKP Kabupaten Nunukan, KPA, PPK, dan PPSPM pada kegiatan tahun 2018, 2019, dan 2020.

Baca Juga :  Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Penghubung Krayan Selatan dan Krayan Induk Kembali Longsor

Teguh menjelaskan, penetapan kedua tersangka tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh tim penyidik Kejari Nunukan atas kasus Tipikor Septic Tank yang telah menimbulkan kerugian keuangan negara dengan perhitungan sementara oleh tim penyidik sebesar Rp 3.634.500.000.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, keduanya juga dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan, sebagaimana Surat Perintah Penahanan Kejari Nunukan Nomor: Print-37.38/0.4.16/Fd 1/11/2022 Tanggal 22 November 2022.

Baca Juga :  Wakil Bupati Nunukan Ingatkan Kepada Desa Soal Kewenangan dan Tugas 

“Untuk penanganan selanjutnya, tim penyidik akan segera melakukan pemeriksaan tambahan kepada beberapa saksi-saksi dan ahli,” ungkapnya.

Dijelaskannya, terkait dengan Kerugian Keuangan Negara yang harus dipertanggungjawabkan oleh para tersangka, saat ini Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan telah menyelesaikan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (LHA-PKKN).

“Kejari melalui tim penyidik dari Bidang Tindak Pidana Khusus akan melakukan ekspose Bersama tim BPKP Tarakan, rencananya akan dilaksanakan Jumat,  25 November 2022 mendatang,” jelasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − 3 =