Jaga Ketersediaan Daging Jelang Nataru, DPKP Siap Datangkan Sapi dari Luar 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Jelang hari natal dan tahun baru 2023 (Nataru), Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara upayakan pemenuhan ketersediaan daging terutama daging sapi untuk masyarakat.

Kepala DPKP Kaltara, Ir Heri Rudiyono mengatakan jelang akhir tahun 2022 ini, pihaknya akan melakukan penyediaan daging dengan cara memasukkan dari luar. Pasalnya saat ini Provinsi Kaltara belum memiliki stok hewan ternak yang banyak.

Baca Juga :  Peternak Minta Pemprov Kaltara Serius Atasi Pasokan Sapi yang Menipis  

“Pertama untuk ketersediaan daging sapi, karena kita belum bisa swasembada daging kita tetap memasukkan dari luar,” ucap Heri Rudiyono kepada benuanta.co.id, Selasa 22 November 2022.

Hanya saja pihaknya tidak ingin sembarangan, terlebih beberapa wilayah di Indonesia tengah terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Sehingga pihak DPKP lebih selektif untuk mendatangkan sapi pedaging dari wilayah zona hijau PMK.

“Kita masukkan dari zona hijau, jadi yang masih zona hijau yaitu Provinsi Gorontalo dan ini beberapa sudah ada izinnya masuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Menilik Alasan Daging Malaysia Selalu jadi Pilihan

Heri Rudiyono menyebutkan, jika masyarakat menginginkan adanya daging beku, maka DPKP Kaltara akan menyiapkan dengan melakukan kerjasama dengan para pengusaha daging beku dan badan pangan nasional.

“Jadi daging beku ini diantaranya ada daging sapi dan kambing, tergantung permintaan masyarakat,” paparnya.

Terkait daging impor Alana sendiri di Kaltara, jika ada yang menggunakan pihaknya tetap mengizinkan, selama masyarakat bersangkutan ingin mengonsumsi daging tersebut.

Baca Juga :  Stok Sapi Menipis, Disnaktangan Khawatir Ancaman Suplai Sapi Ilegal

“Ini sebenarnya tergantung masyarakat yang mana akan di konsumsi,” bebernya.

Terkait jumlah, dia belum bisa memastikan berapa besar yang jelas yang akan didatangkan sesuai dengan permintaan pedagang. Dari pedagang yang ada di Tarakan telah ada mengajukan untuk mendatangkan sapi dari Gorontalo.

“Pedagang yang lebih tahu hitung-hitungannya, kami hanya komunikasikan dengan Gorontalo. Intinya daging tercukupi PMK terkendali,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =