Dua IRT Bawa Sabu 4 Kg Tujuan Tarakan Diamankan Tim Gabungan TNI di Sebatik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT) diamankan pembawa narkotika jenis sabu oleh tim gabungan yang terdiri dari Binda Kaltara, Satgas Intel TNI, Satgasmar Ambalat XXVIII, Tim SFQR Lanal Nunukan, Unit Intel Kodim 0911/Nnk dan Satkopaska di Pelabuhan Tradisional Some, Jalan Usman Harun, Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kamis (17/11/2022).

Danki Satgas Marinir Ambalat XXVIII, Kapten Marinir Andreas Parsaulian Manalu mengatakan kedua pelaku yakni ID (41), warga Dusun Tri Daya Desa Pontanakayang, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat dan MF (43) alamat Ranggu Saujana, Tawau, Malaysia.

“Dua IRT ini untuk identitasnya WNI sedangkan MF adalah WNA asal Malaysia,” ujar Kapten Marinir Andreas, kepada benuanta.co.id, Jumat (18/19/2022).

Diungkapkannya, penindakan tersebut bermula pada Rabu, (16/11/2022) lalu, sekira pukul 20.00 Wita, BINDA Kaltara menerima informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi pengiriman barang yang mencurigakan melalui Pelabuhan Somel, Desa Sungai Pancang.

Baca Juga :  Kejari Nunukan Tetapkan Dua ASN Ini Sebagai Tersangka Baru Tipikor Septic Tank

Mengetahui informasi tersebut, Tim gabungan lalu dibentuk malakukan pengintaian untuk menindak lanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengawasan terhadap seluruh penumpang Speed Boat yang berasal dari Tawau, Malaysia.

Kamis (17/11/2022), sekira pukul 07.10 Wita, Tim Gabungan melihat dan mengamankan dua orang wanita penumpang speed boat yang mencurigakan.

“Dua wanita tersebut lalu dimanakan ke Pos Marinir Sungai Pancang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat bungkusan yang diduga berisi Sabu yang dibungkus dengan lakban berwarna coklat yang disimpan didalam tas pakaian.

“Ada 4 paket ukuran besar yang dibungkus lakban coklat yang diduga berisi sabu seberat 4,284 Gram,” bebernya.

Baca Juga :  Ingin Putus Cinta, Pria Honorer Malah Aniaya Kekasih

Kepada Personel, ID mengatakan bahwa di hari yang sama sekira pukul 06.30 Waktu Malaysia, ia berangkat dari Pelabuhan Lama Tawau dengan menggunakan speed boat tujuan Pelabuhan Somel Indonesia tujuan Kota Tarakan.

Saat ID berada di Pelabuhan Lama Tawau, ada seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya menyerahkan dua buah tas pakaian untuk dibawa ke Tarakan melalui Pelabuhan Somel karena apabila sampai di Pelabuhan Tarakan tersebut akan ada orang yang mengambil barang tersebut.

“Jadi nanti apabila barang tersebut sudah tiba di Pelabuhan Tarakan, maka akan ada pemilik barang yang akan mengambil barang tersebut sekaligus akan memberikan upah kepadanya yakni setiap 1 Kg yang dibawah di upah sebesar RM. 5000 atau setara dengan Rp. 17.250.000,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rutin Lakukan Sidak Kamar Hunian, Sipir Temukan Satu Pisau Rakitan

Namun, pelaku mengatakan bahwa telah melaksanakan pengantaran Narkoba jenis Sabu sudah sebanyak dua kali yang pertama bulan Juli 2022, dan yang kedua bulan November 2022 dengan pemesan yang sama yakni dari Tarakan.

Akan tetapi, ID mengatakan ia tidak mengetahui nama ataupun identitas pemilik barang-barang yang dititipkan tersebut kepadanya.

Sementara itu, dari keterangan MF yang merupakan WNA ini mengatakan, bahwa ia hanya ikut dengan ID untuk menuju Kota Tarakan dalam rangka jalan-jalan, MF juga mengatakan bahwa baru pertama kalinya ia datang ke wilayah Indonesia.

“Setalah kita amanakan, kedua pelaku dan barang bukti yang diduga Narkotika lalu diserahkan kepada pihak BNN Tarakan, Provinsi Kaltara” tandasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + twenty =