benuanta.co.id, TARAKAN – Kegiatan petugas Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di Kota Tarakan dari tanggal 15 Oktober sampai 14 November telah selesai.
Adapun Kepala Kantor Badan Pusat Statistik Edwin Triyoga menegaskan saat ini para petugas Regsosek sedang fokus melakukan pengelolaan data.
“Pengelolaan cepat di target hampir sebanyak 52 persen Satuan lingkungan setempat (SLS) atau RT yang kita olah sampai tanggal 15 Desember,” ungkapnya Kamis (17/11/2022).
Lebih lanjut, Edwin menyebutkan ada 46 orang pengelola data dari hasil kegiatan petugas Regsosek di Kota Tarakan.
“Yang kita bagi 3 shift ya semoga nanti Desember 50 persennya kita bisa olah dokumennya dan bisa kita dapatkan hasil berapa jumlah keluarga di Tarakan dan berapa jumlah penduduk keseluruhan ini kan sifatnya 100 persen artinya sambil berjalan pengelolaannya,” tuturnya.
Kemudian sebagai informasi kata Edwin petugas Regsosek 2022 BPS Tarakan sebanyak 333 orang.
“Jadi 258 petugas lapangan kemudian ada pengawas kemudian ada koordinator Statistik kecamatan karena kecamatan di Tarakan hanya 4 sedangkan beban keluarga penduduk itu besar maka kita tambah 1 kecamatan bisa dipegang beberapa koordinator,” jelasnya.
Ia mencontohkan di Karang Anyar ada 8.000 lebih keluarga dan 70 Rukun Tetangga (RT)
“Itu satu kelurahan jadi bebannya sangat besar karena target kita sangat besar tapi setelah pendataan ini kita bisa tahu berapa jumlah keluarga dan jumlah penduduk,” katanya.
Bukan hanya itu, kata Edwin ada beberapa rumah tangga menolak kegiatan petugas Regsosek BPS Tarakan.
“Tapi kita sudah lakukan pendekatan mencoba meminimalisir artinya tidak bisa kita ajak ketua RT untuk memberi sosialisasi kalau tidak bisa setelah 3 kali kunjungan nanti dari BPS akan bantu,” sebutnya.
Edwin lanjut menjelaskan sudah membuka contact center bagi warga Tarakan belum di data oleh petugas Regsosek.
“Hanya ada 1 lapor dan itu pun juga karena posisinya baru pindahan masuk di daerah Gunung Lingkas sudah didata Regsosek,” tegasnya.
Sebab kata Edwin Triyoga, kegiatan Regsosek di Kota Tarakan berlangsung selama 2 tahun.
“Jadi, 2022 pengelolaan cepat targetnya sampai 52 persen kemudian di 2023 melanjutkan pengelolaan yang sebagian karena memang kemarin dimulainya di bulan Oktober,” ujarnya.
Adapun tujuan kegiatan Regsosek kata Edwin Triyoga merupakan program pemerintah pusat untuk mendata kependudukan data 100 persen.
“100 persen itu seperti sistem database kependudukan berbasis keluarga yang nanti akan kita serahkan ke Bappenas atau pemerintah pusat dengan harapan misalnya ada program Kementerian sosial memberikan bantuan Kementerian tersebut bisa mengambil database itu,” ucapnya.
Sebab menurutnya selama ini data untuk melaksanakan program pemerintah pusat maupun Kementerian berada di masing-masing sektoral.
“Kementerian atau lembaga punya data sendiri-sendiri. Sekarang ini pemerintah pusat maunya satu data bisa dipakai semua. Tapi tentunya setelah pendataan Regsosek 2022 tinggal Kementerian dinas sektoral masing-masing di daerah untuk memelihara data tersebut,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli







