Kapolda Launching Aplikasi Respon Cepat Bripkarespat

benuanta.co.id, TARAKAN – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) resmi melaunching aplikasi Brimob Kaltara Respon Cepat (Brikarespat) pada Senin, 14 November 2022 kemarin. Launching ini bertepatan langsung dengan HUT Brimob Polri ke 77.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya menjelaskan aplikasi ini bertujuan untuk mempercepat respon terhadap laporan masyarakat. Tak hanya di Tarakan, aplikasi ini juga dipergunakan untuk Brimob yang ada di kabupaten/kota di Kaltara.

“Kita juga sudah memunculkan Siaga Polda Kaltara tapi itu kejahatan biasa seperti laka lantas, kemudian gangguan Kamtibmas yang kecil, tapi kalau ini (Bripkarespat) kejahatan yang tinggi seperti penggunaan senjata atau bahkan menjinakan bom,” jelasnya, Selasa (15/11/2022).

Baca Juga :  Polda Kaltara Gelar Bimtek Peningkatan Kinerja Pelaksanaan Anggaran TA 2023

Pada aplikasi ini membutuhkan respon yang cepat. Adapun sistemnya sesuai dengan jarak laporan masyarakat yang nantinya command center Bripkarespat, nantinya polisi terdekat akan merespon.

“Kita akan buat simulasi mungkin di akhir atau pertengahan Desember. Masyarakat nanti kalau menginstal juga disesuaikan sama datanya karena itu ada data masyarakat juga,” bebernya.

Terpisah, Dansatbrimob Polda Kaltara, Kombes Pol Noor Hudaya melanjutkan personel yang ia kerahkan sebagai perespon jika ada laporan dari masyarakat. Ia menegaskan, Brikarespat ini merespon cepat kejadian kejahatan dengan intensitas tinggi seperti ancaman dengan menggunakan sentaja tajam dan senjata api.

Baca Juga :  Polda Kaltara Bersama Kanwil Dirjen Perbendaharaan Kaltara Gelar Coffee Morning

“Jadi kalau ada laporan handphone anggota itu bunyi, tinggal pencet aja di sini ada siaga Brikarespat. Kalau terdekat dia respon duluan kalau ancamannya tinggi personel lapor ke siaga Brikarespat dulu,” lanjutnya.

Selain itu, terdapat pula respon personel terhadap kejadian laka di perairan maupun penjinakan bom. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mendownload aplikasi tersebut guna mempermudah pelayanan dalam tindakan kejahatan.

Baca Juga :  Tahun Ini Pemprov Kaltara Mulai Pembangunan KBM

“Kita sudah sosialisasikan juga, anggota tim sosialisasi kita juga ke masyarakat langsung. Kalau ada ancaman pasti direspon kalau tidak ya bunyi terus, berentinya setelah dipencet dinyatakan selesai,” tutupnya.(adv)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *