DPUTR Tarakan Diminta Lakukan Pemeliharaan Saluran Air Jalan Yos Sudarso

 

 

benuanta.co.id, TARAKAN – Banjir di Jalan Yos Sudarso kerap kali jadi keluhan warga. Hal ini membuat wakil rakyat di Komisi III DPRD Kota Tarakan melakukan kunjungan lapangan (Kunlap) untuk meninjau saluran air di lokasi tersebut pada Sabtu, 12 November 2022.

Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu juga menghadirkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

“Terjadi sendimentasi yang sangat tinggi sekali, sehingga sudah tidak ada lagi batas antara jalan dengan saluran air Itu memang sudah sekian puluh tahun tidak pernah dirawat atau diperbaiki,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Abdul Kadir.

Baca Juga :  Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Jenazah Korban Dipulangkan ke Malinau

Ia melanjutkan, adapun saluran air yang menjadi keluhan mulai dari sungai besar sebelah Hotel Taufik hingga ke arah Madu Rasa yang sudah cukup lama tak ada pemeliharaan.

Hal ini membuat banjir masuk ke rumah warga akibat pendangkalan. Saat kunlap pun telah dilakukan koordinasi dengan DPUTR Kota Tarakan untuk dilakukan pemeliharaan. Ia menjelaskan kendala yang ada saat ini dikarenakan status jalan tersebut bukan milik Kota Tarakan.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Tinjau Kesiapan Pelabuhan Malundung Jelang Arus Mudik 2026

“Maka kewenangannya ada di Kementerian. Tapi itu bukan masalah bagi kami menyampaikan aspirasi, karena secara administrasi bisa diurus DPUTR untuk dikelola,” ungkapnya.

Ia berharap pemeliharaan ini dapat dilakukan secepat mungkin yang menggunakan sistem swakelola. Politisi PAN itu melanjutkan hal yang paling memungkinkan, saluran air di sepanjang Jalan Yos Sudarso akan dibuat seperti di Jalan Mulawarman.

“Harapan kami program Kementerian bisa dibuat seperti itu jangka panjangnya untuk jangka pendek secepatnya perlu pemeliharaan mengeruk pendangkalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek 2026, Warga Tionghoa Mulai Padati Kelenteng

Terpisah, Ketua RT 10 Selumit Pantai H. Bambang Kusuma berharap agar saluran air bisa berjalan normal kembali. Sebab kondisi ini makin diperparah ketika hujan dan banjir memasuki tumah warga.

“Harapan kami secepatnya dilakukan pengerukan karena sudah dangkal sekali. Jangan sampai setelah terjadi banjir baru dikerjakan,” singkatnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *