Dampak PMK, Pesanan Sapi dan Kambing dari Luar Kaltara Terlambat

benuanta.co.id, TARAKAN – Dampak adanya peraturan karantina, hewan ternak 14 hari dari luar daerah dan sebagai wujud tindakan antisipasi terhindar wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan Elang Buhana mengatakan selama ini Tarakan masih zona hijau dari wabah PMK.

“Alhamdulillah hewan ternak di Tarakan bersih sehat jadi tidak pernah sama sekali terkena PMK dan masih zona hijau,” tuturnya Sabtu (12/11/2022).

Sementara pihaknya menyebutkan hewan ternak yang masih sehat dan masuk zona hijau terbebas PMK selama ini ada dari NTT.

“Lalu Kota Tarakan, Pulau Selayar masih zona hijau. Namun selama ini sapi-sapi yang didatangkan luar daerah mau ke sini pun ada saja tapi sangat jarang karena terhalang peraturan PMK sangat ketat dan kami tidak bisa membiarkan stok sapi produktif habis dan stok kambing-kambing pun sudah mulai berkurang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ingin Hidupkan Wilayah Timur Tarakan, PUPR Prioritaskan Pembangunan Jembatan Pasar Rakyat

Dalam waktu dekat, rencananya pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Gorontalo Utara.

“Untuk sama-sama ke Jakarta ketemu Dirjen Ketahanan Pangan Nasional membahas masalah PMK dan nanti buat Perjanjian Kerja Sama datangkan sapi dari Gorontalo karena di sana belum ditemukan kasus PMK dan kami sering datangkan sapi dari sana,” bebernya.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kebakaran di Masjid As-Sholihin Dipicu Korsleting Listrik

Menurutnya efek PMK pemerintah pusat sangat ketat membuat kebijakan yang menyebabkan Tarakan mengalami kesulitan datangkan sapi dan kambing dari luar daerah.

“Tapi kita juga punya Satgas penanggulangan PMK. Sebagai contoh Sulsel hewan ternak di sana sudah kena PMK. Tapi Gorontalo belum kena meskipun sempat zona kuning sekarang hijau kembali. Walaupun disana tidak pernah ditemukan kasus PMK,” tuturnya.

Tak hanya itu, diungkapnya ada beberapa pertimbangan sendiri mengapa tidak ingin mendatangkan sapi kambing dari dataran Kalimantan.

“Karena sebagai contoh kasus nyata di Berau sudah ada kejadian PMK dan kita tidak ingin tiba-tiba sapi kambing dari daerah tersebut datang ke Tarakan ini yang kita jaga,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Catat Satu Kasus Leptospirosis di Awal 2026

Lebih lanjut, Elang menuturkan setiap bulan kota Tarakan menerima sapi jantan dari luar daerah Kaltara sebanyak 200-500 ekor.

“Terakhir Tarakan menerima sapi dari luar daerah yaitu Gorontalo dan Palu 1 bulan lalu dikirim naik kapal KM. Nusantara 5 dari Kemenhub. Dan kebutuhan sapi 1 bulan tidak menentu karena bakal dikirim juga ke daerah lainnya di Kaltara. Seperti kambing setiap bulan membutuhkan sekitar 500-600 ekor sudah pasti,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *