benuanta.co.id, TARAKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan telah bersiap melakukan pengawasan untuk pembukaan jalur Tarakan-Tawau, Malaysia. Kendati masih wacana, pengawasan yang dilakukan merupakan bagian dari (Custom, Immigration, Quarantine).
Kepala BKP Tarakan, Ahmad Mansuri Alfian menerangkan CIQ merupakan syarat wajib untuk pembukaan jalur internasional baik pelayaran maupun penerbangan.
“CIQ itu harus hadir, sampai saat ini masih wacana, belum ada jalur Tarakan-Tawau dibuka. Tapi di Nunukan sih masih lancar,” terangnya, Sabtu (12/11/2022).
Pihaknya juga masih memiliki pos pengawasan di Pelabuhan Malundung dan Bandar Udara Juwata. Pengawasan BKP, terkait dengan semua kegiatan operasional dan barang yang masuk dan keluar di dalam negeri.
Alfian menegaskan nantinya jika jalur Tarakan-Tawau dibuka, jalur domestik dan internasional dibedakan karena adanya pemeriksaan yang lebih ketat.
“Pasti ada X-Ray. Cuma kalau internasional, supaya tertib kan jalurnya ditentukan. Jangan sampai ada orang yang datang dari luar negeri tidak melalui jalur yang ditentukan untuk diperiksa,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menguraikan, jumlah pelayaran ke Malaysia di Nunukan cukup tinggi, hingga 4 sampai 5 kali sepekan kecuali hari Minggu dan hari besar libur.
Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Tarakan, Andi Mario menuturkan pihaknya juga sudah melakukan pembahasan bersama instansi terkait dengan adanya wacana ini.
Saat ini surat edaran dari Satgas Covid-19 menyebutkan semua pintu masuk pelabuhan di Indonesia sudah dapat digunakan untuk keluar masuk.
“Dibukanya jalur Tarakan-Tawau ini sesuai pernyataan wali kota belum lama ini, ditunggu karena juga memberikan manfaat banyak. Terlebih lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai membaik,” tuturnya
Pihaknya juga akan melihat fasilitas tempat pemeriksaan Imigrasi di Pelabuhan Malundung, jika sudah dibukanya pelayaran antar negara tersebut. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







