2,7 Ton Daging Alana Diamankan Ditpolairud Polda Kaltara, Sosis 10 Karung

benuanta.co.id, TARAKAN – Ditpolairud Polda Kaltara berhasil menggagalkan selundupan ribuan kilo daging Alana ilegal yang diduga berasal dari Tawau, Malaysia. Penyergapan ini pada Sabtu, 5 November 2022 malam sekira pukul 22.53 WITA di perairan Tarakan oleh Tim Gakkum dan Subdit Patroli Air Ditpolairud Polda Kaltara.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Dirpolairud Polda Kaltara, Kombes Pol Bambang Wiriawan menerangkan terdapat dua pelaku yang kini diamankan yakni DRS (32) berperan sebagai nakhoda speedboat dan HT (30) sebagai pengurus barang.

“Terdapat lagi pemilik barang berinisial AP yang saat ini masih pengembangan,” sebutnya dihadapan awak media, Rabu (9/11/2022).

Adapun kronologis kejadian, ia menguraikan informasi ini dimonitor oleh Tim Gakkum yang langsung berkoordinasi dengan speed patroli dari Polairud Polda Kaltara. Untuk diketahui pengungkapan ini juga melibatkan speedboat patroli dari Mabes Polri yang sedang melaksanakan BKO di  perairan Kaltara.

“Kita melaksanakan patroli gabungan dan langsung menghentikan satu unit speedboat biru putih. Dari pemeriksaan speedboat tersebut didapati membawa muatan antara lain sosis, daging, nugget, kembang kol, brokoli, kulit lumpia dan bebola yang tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan,” bebernya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Beri Dukungan Kontingen Porwanas XIII Malang

Ia menegaskan sertifikat tersebut seharusnya ada untuk produk seperti hewan, tumbuhan dan produk tumbuhan dari negara asal. Saat ini kedua pelaku telah diserahkan ke penyidik untuk proses lebih lanjut.

Adapun ribuan kilo barang bukti ini nantinya akan dimusnahkan setelah penyelidikan dan pengembangan selesai. saat ini seluruh barang bukti sudah mulai dikerumuni lalat dan akan disimpan di dalam freezer sebelum dimusnahkan.

“Kita simpan dulu di dalam freezer untuk menjaga kualitasnya karena kalau sudah busuk itu bau sekali sama seperti ikan yang kemarin kita musnahkan itu sudah busuk,” tuturnya.

Ia mengungkapkan adapun modus dari kedua pelaku serta satu pelaku yang saat ini masih dalam masa pengembangan. Begitupun dengan dua pelaku DRS dan HT juga masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pungli di KSOP Tarakan Masih Terus Bergulir di Tangan Penyidik

Untuk kedua pelaku sendiri memang berdomisili di Tarakan. Ribuan pcs barang bukti tersebut juga memiliki tujuan ke Tarakan dan akan dilakukan pembongkaran setibanya sampai di Tarakan.

“Pada saat di dalam Speedboat itu juga tidak ada pendingin, jadi dari sana (Tawau) itu dikeluarkan dari freezer kemudian langsung diangkut saja dalam speed,” tukasnya.

“Keterangannya kedua pelaku ini diperintahkan oleh AP, kita akan lakukan pengembangan dan masih berkolaborasi dengan Karantina Pertanian juga,” sambung dia.

Terpisah, Kepala Balai Karantina Kelas II Tarakan, Alfian menjelaskan berdasarkan UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pihaknya mencegah barang yang tidak bersertifikat masuk ke wilayah Tarakan.

“Adanya daging yang masuk ini membawa potensi penyakit PMK yang sangat berisiko di wilayah kita,” jelasnya.

Alfian menegaskan jika suatu wilayah sudah terkena wabah PMK maka tidak akan ada lagi kegiatan ekspor impor. Pun dengan ternak di wilayah tersebut terancam kesehatannya.

Baca Juga :  2 Tahun Jalin Kerja Sama, Guru Besar UBT Bawa Materi Pengembangan Metode PBL ke Faculty of Law Maastricht University

Daging serta seluruh produk ilegal ini diletakan dalam freezer dalam jangka waktu yang lama sehingga kemungkinan besar tercemar bakteri salmonella.

“Secara tidak langsung ekspor kita menjadi kurang, selain itu wisatawan ke Kaltara juga akan menurun karena penyakit ini cepat menyebar jika sudah ada satu ternak yang terdeteksi terkena wabah,” pungkasnya.(*)

Pada pengungkapan ini terdapat barang bukti yang berhasil diamankan:
– 1 Unit Speed Boat M. Advanture Warna Biru Putih Les Hitam
– 1 Unit handphone merk Samsung A23 warna abu-abu
– 1 Unit handphone merk Vivo V2026 warna hitam
– 147 pack Daging Alana dengan berat 2.724 kilogram
– 10 dos lumpia besar
– 11 dos lumpia kecil
– 9 box brokoli
– 10 karung sosis merk Frankfurter
– 1 kotak nugget
– 1 kotak bebola ayam.

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + one =