benuanta.co.id, TARAKAN – Mendukung keterlibatan pengusaha lokal Kalimantan Utara (Kaltara) dalam membangun Kaltara. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltara menyambangi Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Pertemuan ini juga fokus membahas progress proyek strategis nasional yakni Kawasan Industri Hijau (KIHI) di Ibu Kota Kaltara.
Ketua HIPMI Kaltara, Ahmad Syamsir Arief menjelaskan hasil dari pertemuan tersebut Menteri Investasi telah menemui pihak pengelola KIHI, yang akan ditindak lanjuti dengan business matching antara PT. Kalimantan Industrial Park International sebagai salah satu pengelola KIHI.
“Pak menteri merespon sangat positif dan berjanji akan mengawal, memantau agar supaya terjadi kolaborasi antara investor asing dan pengusaha lokal,” sebutnya, Selasa (8/11/2022)
Ia menegaskan keterlibatan pengusaha lokal sangat diperlukan guna menunjang perekonomian Kaltara. Pihaknya juga mengapresiasi sikap pemerintah daerah yang dalam hal ini selalu mendukung pengusaha lokal untuk terus berkembang.
“Tentunya ini harus kita kawal bersama agar secepatnya teraktulisasi dengan adanya kolaborasi antara investor asing dan pengusaha lokal, sehingga pelibatan-pelibatan ini tidak hanya sekadar jargon dan wacana semata,” lanjut Arief.
Saat ini tercatat sebanyak 315 pengusaha muda di Kaltara memiliki berbagai bidang usaha. Mulai dari usaha dengan skala kecil, menengah hingga besar. Arief menyebut pengusaha lokal yang nantinya terlibat langsung pada KIHI adalah aset sumber daya yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan Bumi Benuanta.
Lebih lanjut Arief mengungkapkan tak hanya berhenti pada pertemuan dengan Menteri Investasi dan Kepala BKPM, ia juga akan mempersiapkan kapasitas dan kapabilitas anggotanya agar dapat memenuhi standar spesifikasi oleh investor luar.
“Harapan kita PT. KIPI sebagai salah satu pengelola KIHI yang berisikan tenant-tenant investor asing dapat sungguh-sungguh berkomitmen dalam pelibatan pengusaha muda atau lokal di Kaltara agar pengusaha daerah bisa naik kelas dan memperkecil kesenjangan antara pengusaha lokal dan investor asing,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







