Ekonomi Kaltara Triwulan III 2022 Tumbuh 5,39 Persen

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2022 mencapai Rp 31,81 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 16,84 triliun.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kaltara, Trino Junaidi, mengatakan ekonomi Kaltara triwulan III-2022 dibanding triwulan III-2021 dari tahun ke tahun, mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen.

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah

“Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,48 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 7,19 persen,” sebut Trino.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kaltara triwulan III-2022 dibanding triwulan II-2022, mengalami pertumbuhan sebesar 2,80 persen.

“Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha, di mana lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh sebesar 6,62 persen diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 6,35 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Gandeng DMI Kaltara: Berikan Perlindungan Jaminan Sosial bagi Ekosistem Masjid

Struktur PDRB Kaltara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2022 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Kaltara masih didominasi oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 26,29 persen.

Selanjutnya, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Kalimantan pada triwulan III-2022 dari tahun ke tahun tumbuh sebesar 5,67 persen dan menyumbang sebesar 9,42 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Perkuat Sinergi Perlindungan Pekerja Sektor Jasa Konstruksi melalui FGD

“Peningkatan pertumbuhan terutama disebabkan tumbuhnya ekonomi seluruh provinsi. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah yaitu sebesar 6,74 persen, dan terendah terjadi di Kalimantan Timur sebesar 5,28 persen,” tutupnya. (*)

Reporter: Matthew Gregori Nusa

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *