benuanta.co.id, TARAKAN – Sering dapat keluhan keluarga pasien ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) sangat terbatas, Walikota Tarakan Khairul mengungkapkan dahulu awal mula pembangunan RSUKT di desain untuk single class atau tanpa kelas.
“Ini pembangunan gedung baru rawat inap Paviliun RSUKT sebagai bentuk tindakan merespon permintaan keluarga pasien. Dan memang dulu RSUKT desain awal kita rumah sakit single class atau tanpa kelas. Namun ternyata selama perkembangan rumah sakit beroperasional ternyata banyak warga kita dirawat di sini,” kata Khairul, Jumat (4/11/2022).
Lebih lanjut kata Khairul akui RSUKT tersebut tidak punya ruang rawat inap kelas VIP.
“Makanya baru dibangun dengan akan tersedia 34 kamar VIP dan kelas 1 supaya pasien perawatan intensif pribadi bisa terealisasi,” ungkapnya.
Sebab selama ini pasien rawat inap, pihaknya akui banyak yang memilih ke rumah sakit Pertamina.
“Ataupun ke RSUD dr Jusuf SK atau dikenal rumah sakit provinsi Kaltara dan ya memang banyak pegawai-pegawai perusahaan, dan PNS mintanya ruangan VIP ada di RSUKT,” tuturnya.
Ia pun berharap proyek pembangunan gedung baru RSUKT bisa selesai tahun 2023 mendatang.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai untuk merespon kebutuhan layanan kesehatan pasien di RSUKT,” bebernya.
Tak hanya itu, Ia menegaskan anggaran yang digunakan untuk pembangunan gedung baru rawat inap bernama Paviliun dari dana BLUD RSUKT.
“Ini menggunakan dana BLUD yang didapatkan dari pelayanan RSUKT itu dikembalikan lagi untuk perbaikan pelayanan sebanyak Rp 17,4 Miliar dengan sistem multiyears jadi tahun ini dan tahun depan dan insyaallah selesai tahun depan,” terangnya.
Sementara itu, Direktur RSUKT Joko Haryanto menambahkan sebelum hari ini telah diresmikan pembangunan gedung baru rawat inap Paviliun sudah mengikuti beberapa tahapan.
“Seperti proses perencanaan, pelelangan dan sekarang proses pekerjaan fisiknya. Ini skemanya multiyears dengan kontrak 13 bulan dengan pelaksana PT Jumindo Indah Perkasa dan Konsultan CV Kaentika Konsultan. Semoga bisa menjawab kebutuhan pasien. Karena juga permintaan kelas 1 dan VIP rawat pasien inap sangat tinggi di Kota Tarakan mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Bahkan ia akui sebenarnya banyak fasilitas RSUKT diperbaiki dan perlu ditambah supaya semakin berkembang memenuhi kebutuhan pasien.
“Tapi kita jalankan secara bertahap dan intinya selalu ingin memperbaiki kekurangan sarana prasarana RSUKT,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli







